Saat ini pemerintah pusat menyalurkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah) secara nasional untuk mahasiswa tidak mampu. Langkah ini diharapkan dapat diikuti pemerintah daerah.
"Kita mendorong Pemda untuk mengalokasikan beasiswa bagi putra daerah dengan misalnya melahirkan KIP Daerah (KIP-Da)," kata Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Muhammad Najib, di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
| Baca juga: Masih Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar KIP Kuliah 2026 di Sini! |
Pihaknya juga mengajak dunia usaha berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Beasiswa dari perusahaan dinilai bisa menjadi solusi tambahan.
“Kita dorong perusahaan melalui CSR untuk mengalokasikan beasiswa,” kata Najib.
Beberapa perusahaan besar disebut telah menjalankan program tersebut, antara lain menyediakan beasiswa untuk jenjang sarjana. “Seperti Pertamina dan BSI yang sudah punya program beasiswa,” beber dia.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap akses pendidikan tinggi semakin luas tidak hanya bergantung pada anggaran negara. “Tujuannya agar semakin banyak anak Indonesia bisa kuliah,” tegas Najib.
| Baca juga: KIP Kuliah untuk Calon Mahasiswa Jalur SNBT 2026, Cek di Sini |
Peningkatan partisipasi pendidikan tinggi dinilai penting untuk pembangunan nasional. Lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Harapannya mereka kembali membangun daerahnya,” harap Najib.
Najib mengatakan kehadiran beasiswa dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Pemerintah menargetkan APK pendidikan tinggi mencapai 39 persen pada tahun 2029.
"Saat ini APK kita masih di angka 34 persen," beber dia.
Saat ini, program KIP Kuliah telah menjangkau ratusan ribu mahasiswa. Jumlah penerimanya mencapai sekitar 950 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.
“Tahun ini total sekitar 950.000 mahasiswa menerima beasiswa KIP Kuliah,” ungkap Najib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News