Dari total 60 medali yang diperebutkan, Provinsi DKI Jakarta berhasil mengoleksi sembilan medali. Dengan tiga emas, lima perak dan satu perunggu. Sementara itu di posisi dua dan tiga diraih Provinsi Jawa Timur dan Banten.
Jawa Timur meraih total sembilan medali terdiri atas satu medali emas, tiga perak dan tiga perunggu. Provinsi Banten di posisi tiga dengan raihan delapan medali, terdiri dari satu emas, satu perak, dan enam perunggu.
Selain mendapat medali, para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp4.000.000 untuk medali emas, Rp3.000.000 untuk medali perak, serta Rp2.000.000 untuk medali perunggu.
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (Direktur PSD), Ditjen Dikdasmen, Kemendikbud, Khamim, mengucapkan kepada peraih medali dan memotivasi bagi yang belum. Ia menyebut peserta yang sudah berkompetisi sebagai pemenang yang sudah mewakili daerah.
"Dalam kompetisi, menang kalah itu biasa, dan itu akan menjadi karakter ke depan ketika kalian akan berkompetisi di manapun kalian berada. Jika dalam berkompetisi ada yang menang, maka kalian akan mengucapkan selamat pada sang pemenang," kata Khamim dikutip dari siaran pers, Yogyakarta, Senin, 8 Juli 2019.
Baca: Olimpiade Sains Nasional Serentak Dibuka Hari Ini
Selain itu, para pemenang yang merupakan perwakilan provinsi dari Aceh sampai Papua dalam mengikuti OSN tahun ini akan dijadikan Duta Sains. "Pengalaman berharga yang kalian miliki tidak berhenti pada kalian saja, melainkan kalian bisa membimbing adik-adik kelas kalian,” kata Khamim.
OSN SD edisi kali ini mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Kompetitif, Berkarakter, Berkualitas, dan Adaptif terhadap Perubahan". Khamim mengatakan tema ini diangkat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah adalah agar dari waktu ke waktu dapat menyiapkan generasi yang kompetitif melalui penyelenggaraan OSN ini.
"Dengan begitu, anak-anak kita setiap tahun melalui event nasional ini, mampu membentuk generasi yang kelak memiliki daya saing," ujarnya.
Dengan kompetisi ini lanjutnya, anak-anak secara matang mampu terus berupaya untuk menjadi yang terbaik. Sehingga mereka bukan hanya cerdas secara intelektual tetapi juga mempunyai karakter yang baik dan akhlak yang mulia.
“Dengan begitu, sesuai amanat Presiden, maka siswa Sekolah Dasar perlu ditanamkan pendidikan karakter, karena pada saat inilah waktu yang sangat menentukan bagi anak-anak untuk selanjutnya melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News