Ditargetkan, 4.095 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akan mendapatkan fasilitas tersebut. PTS akan mendapatkan fasilitas tersebut secara gratis.
"Sudah akan ada 4.095. Tetapi yang tahun ini, tahun ini sampai dengan bulan November ya kita akan reach kampus 1.334 yang pakai Surge," sebut Wakil Ketua Aptisi, Paristiyanti Nurwardani di Gedung D Kemendiktisaintek, Selasa 25 Mei 2026.
Program ini diklaim akan merevolusi cara kampus berbagi sumber daya pembelajaran dan menekan biaya operasional secara signifikan. Paris mengungkapkan bahwa selama ini Aptisi kesulitan menjangkau dosen dan mahasiswa di ribuan kampus anggotanya akibat keterbatasan infrastruktur komunikasi.
| Baca juga: Daftar 9 PTS Indonesia Terbaik Versi QS Asia University Rankings 2026, Kampusmu Masuk? |
"Kini, dengan fasilitas internet dari PT Surge, seluruh PTS anggota Aptisi tersambung dalam satu basis data terpadu. Baik itu untuk pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, penjaminan mutu, pelatihan kepemimpinan. Semua terkoneksi karena kerjasama ini," tegasnya.
Paris mengungkapkan, fasilitas internet gratis itu dapat membantu kampus berhemat. Terlebih Surge kata dia tak hanya membawa fasilitas internet, tapi juga mendukung platform Sistem Pembelajaran Daring (Spada).
Ia menjelaskan, potensi penghematan setiap kampus bisa mencapai Rp 80 juta per bulan lewat bantuan fasilitasi tersebut. Penghematan puluhan juta itu berasal dari nihilnya pembayaran berbagai platform pembelajaran daring.
"Setelah bergabung dengan ekosistem Aptisi-Surge, biaya itu berpotensi nol, karena seluruh modul sudah tersimpan di platform bersama," jelas Paris.
Khusus internet, Rektor Bhakti Asih Tangerang (Unibang) itu pun telah menghitung potensi penghematan yang bisa diraih. Paris menyebut di kampusnya, penghematan internet yang bisa dilakukan mencapai puluhan juta perbulan dengan bantuan dari Surge.
| Baca juga: PTS Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, BINUS Nomor Satu! |
"Dari yang sebelumnya internet itu per bulan Rp16 juta sampai Rp 24 juta mungkin itu kita bisa berhemat lagi cuma Rp 2,4 juta untuk biaya operasionalnya saja," ungkapnya.
Direktur PT Surge, Andi L Bharata menambahkan jika program kerjasama dengan Aptisi ini dilakukan untuk kesetaraan pendidikan di ruang digital. Pun sejak awal pihaknya sudah menyediakan fasilitas internet di daerah yang sulit internet.
"Tidak semua tempat pendidikan mempunyai standar yang sama. Harapannya, dengan internet yang stabil, kesetaraan pembelajaran bisa terjadi. Kami menyediakan jalurnya, Aptisi menyediakan isinya," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan kerja sama ini sangat penting dalam percepatan transformasi digital pendidikan tinggi swasta. Ia berharap kerja sama ini mampu menghadirkan akses pendidikan digital yang luas.
"Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Brian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News