Ilustrasi Zikir hari Arafah (Foto: Freepik)
Ilustrasi Zikir hari Arafah (Foto: Freepik)

Yuk Manfaatkan Hari Arafah dengan Memperbanyak Zikir Ini

Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Mei 2026 09:49
Ringkasnya gini..
  • Selain berpuasa, bagi yang tidak menjalankan ibadah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir di hari Arafah.
  • Dalam ibadah haji hari Arafah merupakan puncak ibadah haji, yang ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.
  • Bagi umat Islam lainnya yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, maka sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa , dzikir, doa.
Jakarta: Hari Arafah merupakan salah satu hari yang mulia bagi umat Islam. Selain berpuasa, bagi yang tidak menjalankan ibadah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir di hari Arafah
 
Hari Arafah jatuh tepat satu hari sebelum Hari Raya Iduladha, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dalam ibadah haji hari Arafah merupakan puncak ibadah haji, yang ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah. 
 
Bagi umat Islam lainnya yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, maka sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa Arafah, dzikir, doa, taubat dan ibadah lain.

Keistimewaan Hari Arafah


Melansir laman NU Online dan MUI berikut penjelasan keistimewaan hari Arafah:

1. Hari Diturunkan Firman Allah
 
Pada hari ini telah Aku sempurnakan kaidah-kaidah (dasar-dasar) agamamu untukmu wahai umat Muhammad, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu (QS al-Maidah: 3).
 

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ
 
Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
 
Melansir penjelasan di laman MUI, dalam sebuah riwayat hadis sahih dijelaskan bahwa ayat tersebut diturunkan saat Rasulullah berada di Arafah yang bertepatan pada hari Jumat.
 
فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ
 
Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)
 
Dalam riwayat lain, disebutkan dengan redaksi yang sedikit berbeda tapi sama substansinya, sebagaimana berikut:
 
فَقَالَ عُمَرُ: إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيَّ يَوْمٍ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ، نَزَلَتْ يَوْمَ عَرَفَةَ، فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ
 
Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku benar-benar mengetahui pada hari apa ayat ini diturunkan. Ayat itu turun pada hari Arafah, bertepatan dengan hari Jumat.” (HR Bukhari)
 
Kedua hadis di atas termasuk hadis sahih dan hakikatnya sama. Maka, di sini dapat dipahami dengan metode “al-jam’u”, atau mengombinasikan substansi kedua hadis tersebut, yaitu bahwa turunnya ayat 3 surat Al-Maidah tersebut terjadi di Arafah, pada Hari Arafah, dan bertepatan dengan Hari Jumat.
 
Dan berdasarkan keterangan dalam hadis tersebut, dapat dipahami pula bahwa Hari Arafah merupakan momen bersejarah di mana Allah SWT menurunkan ayat yang menyatakan bahwa ajaran Islam telah disempurnakan secara utuh.
 
Bahkan, dalam keterangan hadis lengkapnya, seorang Yahudi berkata kepada Umar, bahwa jika ayat tersebut diturunkan pada umat Yahudi, maka akan dijadikan satu hari raya khusus, sebab agungnya ayat tersebut.
 
 
2. Hari pada bulan haram
 
Hari Arafah adalah satu di antara hari-hari pada empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah swt berfirman:
 
Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) (QS at-Taubah: 36).
 
3. Hari Raya Orang yang Melakukan Wukuf
 
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pada hari Arafah ini merupakan puncak ibadah haji. Hari ini merupakan hari raya bagi orang-orang yang melakukan wukuf sebagaimana disabdakan oleh baginda Nabi saw:
 
Sesungguhnya hari Arafah, hari raya kurban d​​​​​an hari-hari tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam (HR at Tirmidzi dan lainnya)
 
4. Menghapus Dosa 2 Tahun
 
Puasa di hari Arafah menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus memperbaiki kualitas iman. Di tengah kesibukan dan rutinitas kehidupan sehari-hari, menyempatkan diri untuk berpuasa pada hari yang mulia ini tentunya membawa keberkahan.
 
Ini sebagaimana sabda Nabi SAW bersabda:
 
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.”  (HR Muslim)
 
Adapun yang dimaksud dengan menghapus dosa dua tahun adalah setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.

Zikir Hari Arafah

Karena kemuliaannya itulah selain berpuasa, umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Ini sebagaimana dijelaskan Habib Jindan dalam unggahan akun Instagram miliknya @alhabibjindan.
 
“Termasuk amalan di hari Arafah kata Rasulullah selain puasa Arafah doa hari Arafah,” jelasnya.
 
Adapun doa yang dibaca adalah sebagai berikut:
 
لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
 
Laa Ilaha Illallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai’in Qodir
 
Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya.
 
Atau
 
Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ala kulli syai-in Qadir
 
Artinya: Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.
 
Habib Jindan menjelaskan alasan kenapa disebut doa padahal isinya zikir. Ia menyebut bahwa zikir tersebut ketika dibaca bisa mengabulkan hajat seperti membaca doa.
 
“Sebab itu zikir yang kalau kita baca manjurnya itu ngabulin hajat kita seperti manjurnya doa. Apa yang ada di dalam hati kita dan Allah Maha Tahu dikabulkan oleh Allah SWT,” jelasnya.
 
Ia pun mengajak untuk memperbanyak zikir ini agar kebagian keutamaan seperti orang-orang yang sedang wukuf di Arafah.  “Ya ayo jadikan kita itu bersama orang-orang yang ada di Arafah itu dengan amalan ini, dengan zikir ini, dengan doa ini biar kita kebagian, apa yang Allah SWT bagi buat mereka,” imbuhnya.

Dibaca Berapa Kali?


Ulama menganjurkan untuk membaca zikir ini sebanyak 1000 kali. Bagi yang belum mampu bisa membaca sebisanya, yang pentin kata Habib Jindan zikir ini dibaca dan dibarengi dengan memperbanyak membaca surat Al-ikhlas.
 
“Kalau bisa seribu, alhamdulillah. Begitu juga membaca surat al-ikhlas, memperbanyak surat al-ikhlas. Kalau bisa seribu kali. Kalau nggak bisa seribu kali, berapa yang dia mau baca? Itu kalau surat al-ikhlas itu,” jelasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA