Chairman EMGS, Datuk Ahmad Shalimin Ahmad Shaffie,m World Post Graduate Expo
Chairman EMGS, Datuk Ahmad Shalimin Ahmad Shaffie,m World Post Graduate Expo

Tren Kuliah di AS Turun, Kuliah di Kampus Malaysia Kini Makin Dilirik

Citra Larasati • 15 Mei 2026 15:47
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 14 kampus Malaysia hadir di World Post Graduate Expo Jakarta untuk dukung SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
  • Kemdiktisaintek dorong kolaborasi RI-Malaysia manfaatkan peluang dari tren turunnya mahasiswa asing di AS.
  • Malaysia tawarkan destinasi studi bertaraf global untuk cetak peneliti muda RI jadi arsitek solusi dunia.
Jakarta: Tren penurunan jumlah mahasiswa asing di Amerika Serikat (AS) belakangan ini ternyata membuka peluang emas bagi lanskap pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Momen krusial ini didorong untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat kolaborasi akademis.
 
Direktur Minat Saintek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Yudi Darma, menekankan bahwa kerja sama pendidikan antara dua negara serumpun ini didasari oleh kesamaan visi jangka panjang, bukan sekadar letak geografis yang berdekatan.
 
"Ini bukan pameran pendidikan biasa. Masyarakat kita butuh ruang sepetti ini, ruang tentang studi lanjut lintasinstitusi dan lintasnegara," kata Yudi saat menghadiri pameran World Post Graduate Expo 2026 di Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei.

Pameran bergengsi yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) ini memboyong 14 perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan asal Negeri Jiran. Tak hanya sekadar ajang promosi kampus, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Malaysia untuk ikut ambil bagian dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang tangguh demi menyambut visi Indonesia Emas 2045.
 
Chairman EMGS, Datuk Ahmad Shalimin Ahmad Shaffie, menegaskan, kemitraan di sektor pendidikan tinggi ini ditargetkan naik kelas dan melampaui program pertukaran pelajar atau dosen yang selama ini berjalan.
 
"Kerja sama Malaysia dan Indonesia bukan lagi sekadar MoU di atas kertas, tapi pembentukan jaringan penelitian regional, yang mana peneliti muda Indonesia dan Malaysia menjadi arsitek solusi global pada beberapa dekade mendatang," ujar Datuk Ahmad Shalimin.
 
Tren Kuliah di AS Turun, Kuliah di Kampus Malaysia Kini Makin Dilirik
World Post Graduate Expo. Foto: Medcom/Citra Larasati
 
Lewat pameran ini, deretan kampus top Malaysia diharapkan bisa masuk ke dalam radarmu sebagai destinasi utama untuk melanjutkan pendidikan, baik di jenjang sarjana (S1) maupun pascasarjana.
 
"Malaysia menawarkan diri sebagai destinasi yang aman, terjamin, dan bertaraf global," dia menambahkan.
 
Baca juga:  Kuliah S2-S3 di Uni KL Malaysia, Ini Benefit dan Kisaran Biayanya

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA