Doa. DOK Medcom
Doa. DOK Medcom

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Tata Cara Pelaksanaannya

Renatha Swasty • 01 April 2026 16:14
Ringkasnya gini..
  • Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah.
  • Menjalankan puasa tiga hari di tengah bulan ini memiliki nilai pahala yang setara dengan berpuasa setahun penuh.
  • Untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh, niat puasa bisa dilafalkan sejak malam hari hingga siang hari sebelum waktu zuhur.
Jakarta: Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat istimewa dalam kalender Hijriah. Ibadah ini dilaksanakan pada hari-hari yang malamnya tampak cerah karena pantulan sinar bulan purnama yang sempurna.
 
Banyak umat Islam menantikan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh merupakan bentuk mengikuti jejak Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkannya semasa hidup.
 
Berdasarkan tuntunan syariat, puasa Ayyamul Bidh memberikan kesempatan bagi setiap umat Islam meraih pahala melimpah di luar bulan Ramadan. Kehadirannya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa menjaga konsistensi dalam beribadah secara rutin.

Memahami hukum, niat, hingga tata cara puasa Ayyamul Bidh menjadi sangat penting agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan sunah yang diajarkan. Berikut penjelasan mengenai puasa Ayyamul Bidh dikutip dari laman NU Online:

Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh

Berdasarkan berbagai hadis Rasulullah SAW, para ulama menyepakati hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Hal ini merujuk pada kebiasaan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan puasa ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA: 
 
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي)
 

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’.” (HR an-Nasa’i).
 
Selain itu, Rasulullah SAW secara spesifik memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah:
 
وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)
 
Artinya: “Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’.” (HR Abu Dawud).
 
Namun, khusus pada bulan Dzulhijjah, karena tanggal 13 adalah Hari Tasyrik (diharamkan puasa), maka menurut mazhab Syafi'i pelaksanaannya digeser menjadi tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah.
   

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Menjalankan puasa tiga hari di tengah bulan ini memiliki nilai pahala yang setara dengan berpuasa setahun penuh. Hal ini selaras dengan prinsip setiap satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat pahalanya. Rasulullah SAW bersabda:
 
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ .(رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ)
 
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulia karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).

Niat puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan rukun utama dalam beribadah. Untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh, niat puasa bisa dilafalkan sejak malam hari hingga siang hari sebelum waktu zuhur, asalkan belum makan atau minum apa pun sejak subuh. Berikut lafal niatnya: 
 
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
 
Nawaitu shauma ayyamil bidl lilahi ta’ala
 
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’ala.

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh

Tata cara dalam menjalankan puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa pada umumnya, berikut tata cara pelaksanaannya:
 
1. Cukup diniatkan dalam hati. Meskipun boleh niat puasa mutlak, lebih utama menggunakan niat khusus
2. Sangat dianjurkan dilakukan di akhir waktu (mendekati imsak atau subuh)
3. Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik (makan/minum)
4. Menghindari perbuatan dosa seperti menggunjing atau berkata kotor agar puasa tidak sia-sia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
 
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ .(رواه النسائي وابن ماجه)
 
Artinya: “Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan” (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
 
5. Menyegerakan berbuka begitu masuk waktu Magrib.
 
Sobat Medcom, itulah informasi lengkap mengenai niat puasa Ayyamul Bidh beserta hukum dan tata cara pelaksanaannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan