Para Pelajar penampil pencak silat di Festival Janadriyah, saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Medcom.id/Citra Larasati.
Para Pelajar penampil pencak silat di Festival Janadriyah, saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Medcom.id/Citra Larasati.

Pencak Silat Sempat Dikira Karate dan Kungfu

Pendidikan kebudayaan
Citra Larasati • 28 Desember 2018 10:09
Tangerang: Antusiasme pengunjung Festival Janadriyah terhadap penampilan Pencak Silat pelajar SMA di Stan Indonesia sangat tinggi. Para pengunjung penasaran, bahkan sempat mengira pencak silat adalah karate dan kungfu.
 
"Mereka sempat menanyakan, ini karate ya? Ini kungfu ya? Kemudian kami jelaskan, bahwa ini adalah pencak silat dari Indonesia," kata Gema Nur Arifin, siswa SMA PGRI 4 Cipayung, Jakarta, saat ditemui di sela-sela penjemputan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis sore, 27 Desember 2018.
 
Gema adala satu dari sekitar 10 pelajar SMA yang mewakili Indonesia sebagai penampil atraksi pencak silat dalam Festival Janadriyah yang digelar di Kota Riyadh, Arab Saudi pada 20 – 28 Desember 2018. Gema mengaku, penampilan pencak silat di Festival Janadriyah membawa kesan bagi dirinya dan rombongan siswa lain. "Sangat berkesan, terutama saat melihat antusiasme penonton pencak silat sangat luar biasa," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan selepas para pelajar turun dari panggung banyak pengunjung yang menghampiri dan mengikuti sejumlah jurus-jurus pencak silat yang diperagakan di atas panggung sebelumnya.
 
"Kami membawakan silat perorangan, ada juga yang berkelompok seperti gerak rampak, senjata golok dan toya. Diawali salam dari masing perguruan. Ada empat perguruan yang ikut serta. Penonton ketika melihat, langsung ikut-ikut memeragakan," tutur Gema.
 
Baca: Indonesia Tampilkan Pencak Silat di Festival Janadriyah
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia mengikuti Festival Nasional Warisan Budaya (Janadriyah) ke-33 yang diselenggarakan di Kota Riyadh, Arab Saudi pada 20 – 28 Desember 2018. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan delegasi Indonesia yang terdiri dari para peraih medali cabang olahraga pencak silat O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) 2018.
 
"Kita diundang Raja Salman, Indonesia diberi satu stan. Semua aspek seni budaya kita ditampilkan. SMA menampilkan Pencak Silat," kata Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Juandanilsyah.
 
Menurut Juandanilsyah, apresiasi masyarakat di Arab Saudi dan pengunjung pada umumnya sangat antusias terhadap pencak silat. "Bapak-bapak, ibu-ibu beserta anaknya selalu kumpul memadati depan panggung saat anak-anak pencak silat kita tampil," ungkap Juliandanilsyah.
 
Indonesia menjadi tamu kehormatan (Guest of Honour) pada Festival Janadriyah ke-33 yang merupakan salah satu perwujudan MoU bidang kebudayaan yang disepakati pada saat kunjungan kenegaraan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud ke Indonesia pada 2017. "Salah satu pertimbangannya adalah karena hubungan bilateral kedua negara yang historis dan semakin erat dan juga karena Indonesia dipandang sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia," paparnya.
 
Festival Janadriyah merupakan pameran terbesar dan bergengsi di bidang sejarah dan kebudayaan Timur Tengah yang dilaksanakan sejak tahun 1985. Festival ini setiap tahunnya dibuka dan diresmikan langsung oleh Raja Arab Saudi, dengan jumlah pengunjung rata-rata sebanyak 4 juta bahkan pernah mencapai 6,4 juta orang.
 
Baca:Aplikasi untuk UMKM Karya Mahasiswa UB Berjaya di Seoul
 
Selain menampilkan pameran kekayaan sejarah dan budaya, Festival Janadriyah juga menampilkan produk-produk dan komunitas industri, baik makanan, barang-barang jadi, dan industri pertahanan.
 
Dalam rangka persiapan keberangkatan, tim Indonesia telah melakukan pelatihan dan pembinaan yang dilaksanakan pada tanggal 13 - 20 Desember 2018 di Hotel Kaisar, Jakarta. Para siswa yang mewakili Indonesia adalah Ismail (SMAN 64 Jakarta), Gema Nur Arifin (SMAS PGRI 4 Jakarta), Hanif Fajri Vernanda Putra (SMAN 98 Jakarta), Azharien Geofani Nugroho (SMAN 2 Ngawi), Kelvin Farid Fadillah (SMAN 1 Karanganyar), Akmal Lutfi Muzzaki (SMAN 4 Bandung, Yazid Hanif Kurniawan (SMA Muhammadiyah 4 Depok), Naufal Adithya Rahman (SMAN 1 Sewon), Robby Firdauzy Alfenjy (SMAS Muhammadiyah 2 Balikpapan), dan Ahmad Maulana Guntur Syaifullah (SMAN 3 Samarinda).

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif