Kerja. DOK Freepik
Kerja. DOK Freepik

Mengenal Coping Mechanism, Cara Sehat Kelola Stres yang Tiba-tiba Muncul pada Remaja

Renatha Swasty • 29 Januari 2026 16:58
Ringkasnya gini..
  • Coping mechanism adalah strategi atau cara yang dilakukan seseorang untuk mengatasi stres.
  • Coping mechanism merupakan "taktik" yang digunakan untuk menghadapi situasi yang memicu stres dalam kehidupan sehari-hari.
  • Setiap individu bisa memiliki strategi coping mechanism berbeda-beda, baik disadari maupun tidak.
Jakarta: Stres kerap datang tiba-tiba pada remaja, baik karena tuntutan akademik, tekanan sosial, maupun perubahan emosional yang sedang dialami. Merespons stres dengan cara tepat sangat penting agar kondisi mental dan fisik tetap terjaga.
 
Coping mechanism atau mekanisme koping menjadi salah satu strategi yang dapat membantu remaja mengelola stres lebih sehat. Melansir akun Instagram @direktorat.sma, stres memang sering muncul tanpa diduga dan tiba-tiba merasa penuh dengan beban, tiba-tiba merasa lelah, atau tiba-tiba ingin berhenti sejenak dari semua aktivitas.
 
Namun, cara seseorang menghadapi stres tersebut dapat membawa dampak berbeda, bisa membuat keadaan membaik atau justru sebaliknya. Karena itu, menerapkan coping mechanism yang tepat sangat dianjurkan bagi para remaja.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pentingnya strategi ini bagi remaja, yuk kenalan dulu dengan apa yang dimaksud coping mechanism. Simak selengkapnya!

Apa Itu Coping Mechanism?

Dikutip dari laman Alodokter, coping mechanism adalah strategi atau cara yang dilakukan seseorang untuk mengatasi stres. Secara sederhana, ini merupakan "taktik" yang digunakan untuk menghadapi situasi yang memicu stres dalam kehidupan sehari-hari.
 
Setiap individu bisa memiliki strategi coping mechanism berbeda-beda, baik disadari maupun tidak. Dengan memahami mekanisme koping yang tepat, seseorang dapat mengurangi tekanan emosional dan belajar beradaptasi dengan berbagai perubahan yang mungkin terjadi dalam hidup.
 
Hasilnya, keseimbangan emosional dapat tetap terjaga dengan baik. Perlu dipahami bahwa mempelajari coping mechanism bukan berarti menghindar dari masalah. Namun, justru sebaliknya, ini adalah proses belajar untuk mengenali sumber stres dan mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki situasi.
 
Sikap menghindar justru terjadi ketika seseorang abai terhadap masalah yang sedang dihadapi. Lantas, mengapa coping mechanism menjadi penting? Berikut penjelasannya.

Pentingnya Coping Mechanism

Setiap perubahan dalam hidup, baik yang bersifat positif maupun negatif, berpotensi menyebabkan stres. Contohnya seperti kehilangan orang terdekat, putus hubungan, perceraian orang tua, atau bahkan perubahan lingkungan baru.
 
Tanpa adanya coping mechanism yang tepat, perubahan yang terlalu banyak dan terjadi dalam waktu singkat dapat memicu masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan dan depresi. Bahkan, tidak jarang muncul pula masalah kesehatan fisik yang bisa semakin memburuk akibat stres berkepanjangan.
 
Beberapa dampak negatif dari stres yang tidak dikelola dengan baik antara lain kesulitan tidur, perubahan nafsu makan, sakit kepala, sakit perut, badan terasa pegal-pegal, berkurangnya minat melakukan aktivitas yang dulunya disukai, hingga peningkatan tekanan darah. Karena itu, memiliki strategi yang sehat untuk menghadapi stres menjadi sangat krusial.

Jenis Coping Mechanism

Coping mechanism terbagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

1. Coping mechanism yang berfokus pada emosi

Pada fase ini, stres dan emosi seringkali naik turun secara wajar. Oleh karena itu, dibutuhkan cara yang sehat untuk menghadapi tekanan tersebut.

2. Coping mechanism kunci agar emosi tetap terkendali

Remaja perlu memahami mekanisme koping bukan tentang menghindari masalah, tetapi tentang mengelola perasaan dengan cara yang sehat dan produktif.

3. Tidak semua coping mechanism bersifat positif

Ada juga koping bersifat negatif dan justru dapat memperburuk kondisi. Karena itu, penting untuk memilih strategi tepat.

Pilih Coping Mechanism yang Sehat

Ada beberapa contoh coping mechanism sehat dan dapat diterapkan oleh remaja. Di antaranya bercerita kepada orang yang dipercaya, seperti keluarga, teman dekat, atau konselor. Berbagi perasaan dapat membantu meringankan beban emosional.
 
Selain itu, menulis perasaan dalam jurnal atau journaling juga menjadi cara efektif mengekspresikan emosi. Mengatur waktu dan prioritas dengan baik dapat membantu mengurangi rasa kewalahan. Melakukan olahraga atau aktivitas fisik seperti yoga, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki juga terbukti dapat meredakan stres.
 
Meditasi, bernapas dalam-dalam, atau melakukan aktivitas hobi seperti melukis, mendengarkan musik, atau berkebun juga termasuk dalam kategori coping mechanism yang sehat. Yang terpenting, remaja harus menghindari coping mechanism yang tidak sehat seperti menyakiti diri sendiri, mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang, mengisolasi diri, atau tidur berlebihan sebagai bentuk pelarian.
 
Nah, itulah ulasan terkait coping mechanism yang perlu Sobat Medcom ketahui. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan