Direktur Riset Setara Institute, Halili, Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Direktur Riset Setara Institute, Halili, Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Setara Institute Sebut 'Islam Eksklusif' Berkembang di 10 PTN

Pendidikan radikalisme Radikalisme di Kampus
Candra Yuri Nuralam • 31 Mei 2019 17:23
Jakarta: Setara Institute meneliti "Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa di 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)". Penelitian dihelat Februari-April 2019. Hasilnya, ternyata 10 PTN itu menjadi tempat tumbuhnya kelompok Islam eksklusif transnasional yang berpotensi berkembang ke arah radikalisme.
 
Direktur Riset Setara Institute, Halili, menyebutkan, setidaknya ada 10 PTN ternama yang menjadi tempat berkembangnya kelompok Islam eksklusif. Paham tersebut dibawa kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama, melalui pintu masuk organisasi keagamaan di kampus.
 
Kelompok yang membawa paham ini 'menyelimuti' diri dalam organisasi keagamaan kampus. Mereka berkembang di Institut Pertanian Bogor (IPB), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Universitas Brawijaya, dan Universitas Mataram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di berbagai kampus masih berkembang wacana dan gerakan keagamaan eksklusif yang tidak hanya digencarkan oleh satu kelompok keislaman tertentu, tapi oleh beberapa kelompok yaitu gerakansalafi-wahabi,tarbiyahdantahririyah," kata Halili, di Ibis Jakarta Tamarin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.
 
Baca:Kelompok Islam Eksklusif Terdeteksi Berkembang di Delapan PTN
 
Hasil penelitian Setara Institut ini menambah daftar panjang jumlah perguruan tinggi terindikasi rawan terpapar radikalisme. Sebelumnya diberitakan, hasil penelitian serupa yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
 
Hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan ada delapan PTN telah menjadi tempat berkembangnya kelompok Islam eksklusif transnasional dan berpotensi berkembang ke arah radikalisme.
 
Baca:Lembaga Dakwah Kampus Pintu Masuk Islam Eksklusif Transnasional
 
Penelitian tersebut dilakukan di enam perguruan tinggi umum dan dua Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Yakni Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman), IAIN Purwokerto, Universitas Sebelas Maret atau UNS, IAIN Solo, Unnes (Universitas Negeri Semarang), Unpad (Universitas Padjadjaran), UGM (Universitas Gadjah Mada), UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).
 
Halili mengatakan, biasanya, kelompok ini terlihat biasa saja dari luar. "Namun, saat memasuki ajaran di dalamnya menunjukkan ajaran kelompok-kelompok radikal," tegasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif