Mengutip informasi di akun Instagram @disdikdki, pesan suara tersebut merupakan salah satu langkah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dinas pendidikan DKI Jakarta mengajak semua pihak rutin mendengarkan pesan suara tersebut setiap hari.
"Putar setiap hari (Senin sampai dengan Jumat) pada jam istirahat," tulis informasi di akun Instagram @disdikdki dikutip Jumat, 17 April 2026.
| Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Enggak Tahu, Ini 7 Dampak Kelakuan Mesum Mereka |
Selain wajib memutar pesan suara, sekolah juga wajib melaporkan bila pesan suara itu sudah diputarkan. Laporan berupa video saat pemutaran pesan suara.
"Unggah ke froms.gle/5gyy21TNsBRxJhf6 (nama sekolah, siaran suara cegah kekerasan sekolah)," lanjut unggahan tersebut.
Disdik DKI Jakarta menegaskan pesan suara itu bukan cuma sekadar suara. Tapi adalah pengingat setiap warga sekolah punya peran saling melindungi.
"Suarakan kebaikan, hentikan kekerasan. Mari kita jaga sekolah kita tetap aman dan nyaman untuk semua," tulis unggahan tersebut.
| Baca juga: No More Diam! BEM UNJ Desak Penanganan Kekerasan Seksual Transparan dan Pro Korban |
Seperti apa isi pesan suara yang disediakan Disdik DKI? Berikut teks yang dibacakan dalam pesan suara:
Isi Pesan Suara Cegah Kekerasan di Sekolah DKI Jakarta
Main petak umpet di halaman sekolah, tertawa riang hati pun legaHargai teman di setiap dalam setiap langkah, ayo saling dukung dan saling jaga
Sekolah adalah tempat untuk belajar tumbuh dan meraih impian. Bukan tempat untuk takut
Stop perundungan. Bullying menghancurkan rasa percaya diri, merusak persahabatan dan menghalangi kita dalam mencapai masa depan
Jadilah teman yang menyayangi bukan melukai
Kalau kamu atau temanmu menjadi korban perundungan segera laporkan ke hotline pusat perlindungan perempuan dan anak 081317617622 atau melalui layanan Jakarta siaga 112.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News