Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemendikbud, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kemendikbud: 287 Industri Berminat Gabung Kedai Reka

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Antara • 06 Januari 2021 20:34
Jakarta:  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan ada 287 industri yang sudah menyatakan minatnya untuk bergabung bersama Kedai Reka.
 
“Hingga saat ini sudah ada sekitar 250-an proposal yang sudah masuk dari industri dan sudah ada 5.790 inovator dari 250 kampus dan 287 industri yang berminat untuk bergabung dengan Kedai Reka,” ujar Nizam dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Selain itu, sudah ada komitmen industri dengan mengalokasikan dana sebesar Rp80 miliar untuk sinergi antara kampus dan industri.  Kedai Reka merupakan wadah untuk mengembangkan rekayasa cipta hasil karya dan gagasan anak bangsa seraya mempertemukan dunia industri dengan perguruan tinggi (triple helix).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedai Reka menjadi jembatan antara industri dan ilmuwan atau akademisi yang ada di perguruan tinggi, sehingga inovasi-inovasi yang diciptakan di perguruan tinggi bisa masuk ke dunia industri.  “Sudah ada sekitar 150 proyek kerja sama yang disepakati dan ini untuk Januari penerima manfaatnya besar sekali, karena banyak yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat di pedesaan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa,” terang dia.
 
Diperkirakan sedikitnya 100.000 penerima manfaat dari kerja sama itu akan memanfaatkan inovasi dan invensi yang dihasilkan perguruan tinggi yang disinergikan dengan industri.  Nizam menambahkan, selama ini pihak industri tidak memiliki tempat untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapinya.
 
Baca juga:  Kedaireka 'Sand Box' ala Indonesia Bantu Mahasiswa Bangun Startup
 
Sehingga industri lebih memilih untuk berkonsultasi dan menggunakan teknologi dari luar negeri. Untuk mengakselerasi hal itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai bentuk insentif untuk mendukung kerja sama dunia industri dengan perguruan tinggi.
 
"Pemerintah juga akan mendampingi pendanaan, jadi setiap rupiah yang dikeluarkan oleh industri, pemerintah akan mendampingi dengan rupiah yang sama. Terutama jika berdampak pada masyarakat luas, pemerintah akan mendampingi tiga kali lipat," katanya.
 
Menurut Nizam, hal itu tidak hanya bertujuan untuk menghilirkan inovasi atau reka cipta perguruan tinggi ke industri, melainkan juga untuk memberikan dampak kepada masyarakat luas dan melibatkan mahasiswa agar menjadi lebih kompeten dalam dunia kerjanya nanti. Melalui Kedai Reka, lanjut dia, dapat melahirkan usaha rintisan baru dengan target pasar yang lebih potensial.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif