Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam. Foto: Zoom
Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam. Foto: Zoom

Kedaireka 'Sand Box' ala Indonesia Bantu Mahasiswa Bangun Startup

Pendidikan startup Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Ilham Pratama Putra • 03 Desember 2020 10:37
Jakarta: Kedaireka menjadi wadah bagi hasil riset kampus untuk dikembangkan menjadi suatu produk. Industri nantinya bakal mengembangkan hasil riset yang ada di dalam platform Kedaireka, untuk diproduksi sehingga dapat dihilirisasi ke masyarakat.
 
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Nizam, mengatakan Kedaireka dapat pula dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan riset mereka.  Kedaireka serupa yang dengan 'Sand Box' dalam serial drama Korea Start Up ini dapat membantu mahasiswa untuk bisa membangun bisnis rintisan atau startup sejak bangku kuliah.
 
"Kami juga berharap untuk mahasiswa terlibat didalamnya, sehingga mereka lebih kompeten, syukur-syukur mereka bisa jadi startup baru yang marketnya sudah siap," terang Nizam dalam webinar ngopi di kedai bareng Kedaireka secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nizam menyatakan jika riset-riset mahasiswa dalam Kedaireka bakal cepat dihilirisasi bersama industri. Sehingga, riset mereka benar-benar memberikan dapak kepada masyarakat luas.
 
"Ketika ada industri yang tertarik dengan itu, kita akan kerja sama, kita akan dampingi dengan pendanaan dan dampingi dengan dosennya," lanjut dia.
 
Baca: Inovator IPB Segera Bergabung dengan Kedai Reka
 
Untuk itu dia mengundang mahasiswa yang memiliki ide riset untuk memasukkannya dalam Kedaireka. Mahasiswa, dosen, pihak industri dipertemukan untuk menghasilkan satu produk yang dapat menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan.
 
"Kami mengundang adik-adik mahasiswa yang punya ide, punya kreatifitas, punya karya yang selama ini hanya menjadi tulisan, hanya menjadi konsep, silahkan bergabung di Kedaireka," ujarnya.
 
Selain itu, Nizam juga berharap kerja sama ini tidak hanya diikuti oleh kampus dan industri saja. Gotong royong dari inovator, media dan komunitas juga diharapkan.
 
"Tak hanya kampus dan industri, diharapkan komunitas lokal atau masyarakat mampu terimplikasi baik secara langsung maupun tidak lansung dari hasil riset atau karya yang ingin dihasilkan tersebut," pungkas Nizam.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif