ToT Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan dan Kewirausahaan Program Kemandirian Pesantren
ToT Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan dan Kewirausahaan Program Kemandirian Pesantren

Kemenag Terima 1.000 Lebih Proposal Program Bantuan Kemandirian Pesantren

Renatha Swasty • 30 Maret 2022 17:45
Jakarta: Kemandirian Pesantren yang digulirkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai salah satu program prioritas disebut ramai peminat. Hal ini diungkap Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang juga ketua Pokja Kemandirian Pesantren, Waryono Abdul Ghofur.
 
"Tahun ini, pendaftar bantuan Kemandirian Pesantren sudah mencapai lebih dari 1.000 proposal. Jadi, peminatnya cukup tinggi, meskipun tentu kuota kita terbatas," ujar Waryono dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 30 Maret 2022.
 
Kemenag menggelar ToT peningkatan kapasitas kepemimpinan dan kewirausahaan Program Kemandirian Pesantren. Kegiatan ini diikuti trainer, tim asistensi, pendamping implementasi Kemandirian Pesantren, dan pengelola bisnis pesantren.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waryono menyebut pelatihan ini bertujuan menyamakan visi-misi serta menguatkan komitmen bersama. Melalui ToT ini, peserta dipersiapkan untuk mempelajari lebih dini tentang skema dan bisnis plan yang disampaikan pengelola pesantren.
 
"Harapannya pengelolaan Kemandirian Pesantren akan lebih baik lagi dan semakin sistematis, sehingga apa yang menjadi tujuan dari program ini dapat cepat terealisasi," ujar Waryono.
 
Program Kemandirian Pesantren telah berjalan sejak akhir 2020 dan kali pertama di 9 pondok pesantren. Pada 2021, program ini direplikasi pada 105 pondok pesantren binaan Kementerian Agama. Tahun ini, replikasi program kemandirian diperluas menyasar 500 pesantren.
 
Replikasi serupa akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya dengan sasaran lebih besar. Sehingga, pada 2024 diharapkan program ini akan mereplikasi model kemandirian pada 5.000 pesantren yang menjalankan unit usaha mandiri dan membangun jejaring bisnis baik antar pesantren maupun dengan pihak lain.
 
Staf Khusus Menteri Agama M Nuruzzaman mengingatkan peserta ToT membangun pesantren agar memiliki kekuatan ekonomi mandiri dan berkelanjutan membutuhkan insan-insan penggerak yang siap mendedikasikan diri dalam kerja-kerja ikhlas dan serius. Zaman menjelaskan potensi pesantren yang jumlahnya mencapai 36 ribu dengan 17 juta santri telah lama diabaikan.
 
Padahal, pesantren dapat memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional bila potensi ini dikembangkan dengan baik. "Kalau separuh saja dari total pesantren bisa mandiri dan mengembangkan potensi ekonomi bersama masyarakat sekitar, apa pun yang terjadi terhadap situasi global, masyarakat kita akan tetap kuat. Ini pentingnya Kemandirian Pesantren secara strategis dalam arti luas," kata Zaman.
 
Zaman yakin ikhtiar Kementerian Agama melalui Program Kemandirian Pesantren tepat untuk mengungkit potensi yang dimiliki pesantren. Ke depan, program ini tidak sekadar memberi bantuan usaha yang bentuknya stimulan, melainkan juga pendampingan intensif hingga pesantren bisa membangun usaha berkelanjutan.
 
"Harapan ini besar, maka butuh tenaga yang lebih besar untuk lebih banyak melakukan pengawalan dan pendampingan. Tentu kata kuncinya keikhlasan dan keseriusan," tutur dia.
 
Zaman mengakui bantuan pemerintah selama ini masih sangat terbatas. Bahkan, anggaran Direktorat PD Pontren belum pernah mencapai Rp1 triliun, maksimal hanya Rp800 miliar, dengan jumlah pesantren lebih 36 ribu.
 
Zaman berharap prospek pengembangan ekonomi pesantren menjadi perhatian banyak pihak. Bukan hanya pemerintah, termasuk kalangan perbankan dan dunia usaha.
 
Dia yakin ke depan pesantren akan menjadi penghubung atau fasilitator bisnis bagi pengembangan ekonomi di masyarakat sekitar. Sehingga akan sangat memberi dampak dan manfaat pada bangsa dan negara.
 
"Kenapa pesantren ini butuh diafirmasi? Agar ketika ekonominya sudah kuat akan semakin fokus dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah, selain tentu menjalankan fungsinya dalam pemberdayaan masyarakat. Jadi ini sebenarnya harapan dari Menteri Agama. Bagaimana pesantren agar mandiri dan kuat, kita dampingi terus sampai mereka mampu mengembangkannya secara berkelanjutan," tutur dia.
 
Baca: Bos BI: Kemandirian Pesantren Perkuat Basis Ekonomi Nasional
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif