Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin

Bos BI: Kemandirian Pesantren Perkuat Basis Ekonomi Nasional

Husen Miftahudin • 08 Februari 2022 11:01
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren memiliki peran penting untuk membangun basis ekonomi nasional yang kuat. Terdapat tiga prasyarat kemajuan bisnis ekonomi dan keuangan pesantren dengan pendekatan manajemen ekonomi dan bisnis modern.

"Pertama, keuletan dan daya tahan. Kedua, memperkuat jejaring atau silaturahmi bisnis. Ketiga, memperkuat pengetahuan dan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui Ekosistem Rantai Nilai Halal," ucap Perry dalam kegiatan peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Rantai Nilai Halal atau Halal Value Chain, dikutip Selasa, 8 Februari 2022.
 
Menurutnya, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Bank Indonesia sendiri telah menyertakan peran pesantren dalam salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yaitu penguatan ekonomi syariah melalui program peningkatan kelembagaan yang salah satunya melalui kemandirian ekonomi pesantren.
 
Perry berharap program pengembangan kemandirian pesantren dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal. Selain itu, sinergi dan linkage dengan UMKM dan korporasi juga perlu terus dilakukan untuk semakin memperkuat peran pesantren dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional saat ini," terangnya.
 
Dalam upaya mengembangkan EKSyar, BI bersama pemangku kepentingan lainnya akan senantiasa bersinergi dalam membangun rantai nilai halal (halal value chain) melalui pengembangan industri halal di sisi input, produksi, proses produksi dan pemasaran.
 
"Beberapa inisiatif, kolaborasi, dan sinergi telah dilakukan termasuk dengan pesantren yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai pelaku industri halal ke depan," tegas dia.

 
Perry menuturkan kegiatan peluncuran program pengembangan rantai nilai halal dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
"Hal ini seiring dengan upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan dan mengambil peluang di era kenormalan baru," tutup Perry.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif