Lagu 'Mahadewi' muncul di ruang-ruang kelas sekitar tahun 2006-2009. Hal itu diungkap oleh akun Instagram @denpasastra yang kemudian diunggah ulang oleh vokalis band Padi, Andi Fadly Arifuddin melalui instagramnya @fadlypadi13.
"Ia dibaca seperti puisi, ditulis di buku catatan, lalu dibahas di pelajaran Bahasa Indonesia," tulis @denpasatra dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
Buku pelajaran yang memuat lirik lagu Mahadewi adalah terbitan penerbit Erlangga. Lirik Mahadewi dikonsumsi pelajar SMP dan SMA.
"Banyak siswa SMP–SMA kala itu mengenalnya sebagai bagian dari materi apresiasi Sastra Indonesia. Teks itu adalah 'Mahadewi', lagu hits dari band Padi yang dirilis dalam album Lain Dunia (1999)," kata @denpasatra.
Lirik Mahadewi memang tidak mempunyai alur cerita kisah pada umumnya, tidak ada kejadian yang bergerak dari awal ke akhir. Lagu itu menghadirkan aliran perasaan saat melihat, seperti terpukau dan pemujaan pada sosok frasa hiperbolis maha dan dewi.
Kata-kata yang dipilih lagu ini tidak sederhana, ada: langit, bintang, cahaya, semuanya menunjuk pada sesuatu yang lebih besar dari sekadar benda.
Sosok 'Mahadewi' juga tidak hadir sebagai figur yang jelas. Tetapi, sebagai gambaran tentang sesuatu yang diidealkan.
Dalam ruang sekolah, lagu ini dibedah dalam rangka penggunaan majas, metafora, hiperbola, hingga personifikasi. Pada saat lagu ini dirilis di akhir 1990-an, lanskap pop Indonesia memang lebih banyak diisi lirik yang langsung saja dengan gaya bahasa percakapan sehari-hari dan jarang yang menyentuh sampai ke ranah sastrawi seperti yang dilakukan Padi.
Di tengah kecenderungan itu, Padi menempuh jalur berbeda. 'Mahadewi' tidak menekankan cerita, melainkan suasana dan perasaan yang dibangun lewat pilihan kata yang lebih puitik.
Padi menempatkan bahasa sebagai pusat pengalaman. Lagu tidak hanya didengar, tetapi juga bisa dibaca sebagai teks yang berdiri sendiri.
Sebagai lagu pop, 'Mahadewi' jelas memuat perangkat sastra yang relatif padat. Metafora, simbol, personifikasi, repetisi, dan citraan hadir dalam susunan yang konsisten.
"Tidak semua teknik digunakan, tetapi yang dipakai bekerja cukup rapat dan terjaga," ujar @denpasatra.
Dalam konteks lirik pop, kepadatan seperti ini tidak umum. Sehingga, ia dapat dibaca sebagai puisi liris yang terpisah dari lagunya.
Berikut ini lirik lagu Mahadewi oleh Padi:
Mahadewi
Hamparan langit maha sempurnaBertahta bintang bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapaku
Ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Kepedihanku pun terhapuslah
Alam raya pun semua tersenyum
Menunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya
Aku merasa mengenal dia
Tapi ada entah di mana
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya
Pencarianku pun usai sudah
Ho
Ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Kepedihanku pun terhapuslah ada tutur kata terucap
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku
Pencarianku usai sudah
Mahadewi resapkan nilainya
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya (na na na )
Mahadewi tercipta untukku (na na na)
Mahadewi resapkan nilainya
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya
Mahadewi tercipta untukku
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News