Suara khas Fadly Arifuddin dipadu permainan musik Satriyo Yudhi Wahono (Piyu), Ari Tri Sosianto, Rindra Risyanto Noor, dan Surendro Prasetyo (Yoyok) yang catchy ditelinga, membuat Padi mencuri simpati.
Melalui album "Lain Dunia" yang menjadi album pembuka Padi pada 1999, band asal Surabaya itu sukses melahirkan lagu-lagu hits yang masih sering diputar hingga saat ini.
"Begitu Indah", "Mahadewi", "Sobat", adalah tiga dari 10 lagu dalam album "Lain Dunia" yang sudah tidak asing di telinga penikmat musik.Berlanjut ke tahun 2001, Padi kembali membuktikan bahwa gebrakannya tidak hanya di awal saja. Album "Sesuatu Yang Tertunda" lahir dengan hits-hits sepanjang masa seperti "Semua Tak Sama" dan "Kasih Tak Sampai".
Yang menarik adalah dalam album "Sesuatu Yang Tertunda" terdapat single berjudul "Lain Dunia." Sebuah judul yang sama dengan album pertama mereka.
Pola menggunakan judul album untuk single di album selanjutnya seolah menjadi ciri khas Padi. Hanya saja, pada album keempat yang bertajuk self titled, Padi mengecoh dengan memasukkan judul album kelima dalam sebuah single di album keempat, "Tak Hanya Diam."
Kejayaan memang ada masanya. Bak roda, kehidupan terus berputar. Semula di atas, mendadak bisa berada di bawah. Demikian juga dengan nasib band ini.
Pada Februari 2011, publik dikejutkan dengan penangkapan Yoyo atas kasus narkoba. Drummer berkepala plontos itu didapati menggunakan sabu di Apartemen Sudirman Park, Jakarta. Peristiwa ini seketika membuat citra Padi jeblok.

Yoyo ketika menjalani sidang kasus narkoba (Foto:Antara)
Apesnya, penangkapan Yoyo pada saat itu dalam masa promosi singel "Tempat Terakhir." Sebelum penangkapan Yoyo, Piyu sempat mengatakan bahwa Padi akan merilis album keenam mereka pasca rilis "Tempat Terakhir."
Kini, delapan tahun sejak Padi merilis album studio terakhir mereka "Tak Hanya Diam," band ini seolah mengalami dejavu. Satu lagi personelnya dicokok aparat karena penyalahgunaan narkotika.
Dia adalah sang gitaris, Ari. Pria yang pada masa awal karier Padi sering menggunakan gitar Fender Stratocaster itu dibekuk polisi pada Rabu, 21 Januari 2015, dini hari, di sebuah studio musik di Ciputat, Tangerang Selatan. Kasus yang menimpa Ari serupa dengan Yoyo, soal sabu.
 memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu-Antara Reno Esnir-re.jpg)
Ari (kanan) di Polres Jakarta Selatan (Foto:Antara)
Ari adalah sosok di balik lahirnya beberapa lagu tenar Padi, seperti "Sudahlah...!," " Lain Dunia," dan "Lingkaran". Meski lagu-lagu itu dibuat Ari bersama rekan yang lain seperti Piyu atau Fadly.
Masa depan Padi tampak semakin suram. Band vakum dan satu per satu personelnya tersangkut kasus hukum.
Pada 2012, secara personel Padi kecuali Piyu mendirikan band Musikimia. Ari yang menjabat sebagai gitaris Padi beralih menjadi manajer Musikimia. Posisi gitar di Musikimia diisi Stephan Santoso, sosok yang juga terlibat dalam pembuatan album Padi sebagai penata suara.
Seolah ingin membuktikan tetap berjaya tanpa Padi, Piyu merintis karier sebagai gitaris solo. Dia juga memiliki beberapa proyek musik lain, seperti menjadi produser dan mendirikan label rekaman.
Apa yang terjadi pada Padi saat ini seperti sebuah kapal tanpa arah dan ditinggalkan awak kapalnya. Tiada lagi "Sesuatu yang Indah" dialami Padi hari ini. Bukan lagi band sejuta kopi. Tidak juga jagoan panggung.
Semoga saja, "Tempat Terakhir" bukan benar-benar akhir dari Padi. Semoga Padi bisa kembali menguning, melewati masa paceklik, bertahan dari serangan hama bernama narkoba menuju musim panen yang keemasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News