Sekolah. DOK Kemdikbud
Sekolah. DOK Kemdikbud

Belajar dari Drakor 'Teach You A Lesson', Ini Strategi Pemerintah Wujudkan Sekolah Aman Bebas Kekerasan

Renatha Swasty • 29 Juni 2026 17:03
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah telah memberlakukan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
  • Kebijakan baru ini diterbitkan sebagai panduan bagi sekolah untuk mencegah dan mengatasi berbagai bentuk kekerasan secara bersama-sama.
  • Melalui kebijakan ini, penanaman nilai empati dan toleransi sejak dini di sekolah menjadi prioritas utama yang harus dicapai.
Jakarta: Popularitas serial drama asal Korea Selatan berjudul Teach You A Lesson sukses menarik perhatian besar dari masyarakat. Cerita dalam serial ini dinilai sangat akurat dalam menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini.
 
Serial tersebut memperlihatkan bagaimana sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru bisa berubah menjadi lingkungan penuh tekanan. Kehadiran kasus kekerasan fisik maupun mental dalam cerita tersebut menjadi pengingat penting bagi pembenahan sistem pendidikan.
 
Di Indonesia, upaya untuk menjamin hak belajar bagi murid dan guru di lingkungan yang kondusif terus diperkuat. Upaya nyata mencegah kekerasan di sekolah kini diperkuat dengan payung hukum yang jelas dan tegas.

Pemerintah telah memberlakukan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kebijakan baru ini diterbitkan sebagai panduan bagi sekolah untuk mencegah dan mengatasi berbagai bentuk kekerasan secara bersama-sama.
 
Melalui kebijakan ini, penanaman nilai empati dan toleransi sejak dini di sekolah menjadi prioritas utama yang harus dicapai. Lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan relevan diyakini dapat membantu murid mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Tiga Bentuk Utama Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Mengutip unggahan akun Instagram @pskp.kemendikdasmen, ada tiga bentuk kekerasan yang paling sering terjadi dan menjadi tantangan besar di sekolah:

1. Perundungan atau Bullying

Tindakan intimidasi ini dapat mengganggu kesehatan mental serta emosional murid.

2. Kekerasan Seksual

Pelanggaran serius yang merusak rasa aman dan kesejahteraan individu di lingkungan sekolah.

3. Intoleransi

Sikap tidak menghargai perbedaan yang menghambat terciptanya hubungan sosial yang sehat di sekolah.

Peran Penting Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Mendalam

Pendidikan karakter memiliki peran mendasar untuk membentuk kesadaran moral, kesehatan emosional, dan kesejahteraan siswa. Untuk menjawab tantangan zaman, model Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning dirancang untuk memperkuat karakter tersebut.
  Pendekatan ini berfokus pada keterlibatan aktif murid melalui tiga cara:
  • Kritis: Mengajak siswa untuk mampu berpikir analitis
  • Reflektif: Membiasakan siswa menilai dan mengambil pelajaran dari proses belajar
  • Bermakna: Menghubungkan materi pelajaran dengan situasi di kehidupan nyata
Melalui praktik ini, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkesadaran, menggembirakan, dan relevan agar kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat terasah dengan baik.

Lima Rekomendasi Kebijakan untuk Sekolah 

Untuk mewujudkan sekolah yang sepenuhnya aman dan ramah anak, berikut lima rekomendasi kebijakan yang perlu diterapkan:

1. Menerapkan pembelajaran mendalam sebagai pendekatan pedagogis

Mengubah metode mengajar agar lebih interaktif dan berorientasi pada pemahaman karakter siswa.

2. Memperkuat kebijakan berbasis data

Menggunakan data riil di lapangan agar langkah pencegahan kekerasan bisa dilakukan secara tepat sasaran.

3. Penguatan peran guru BK, guru wali, satuan tugas, dan sistem pelaporan

Mengoptimalkan bimbingan konseling, mengaktifkan satgas pengawas, serta menyediakan jalur pelaporan yang aman bagi korban.

4. Penguatan pendidikan karakter, literasi sosial, dan dialog lintas identitas

Membuka ruang diskusi yang sehat untuk menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah perbedaan.

5. Kemitraan lintas sektor

Membangun kerja sama erat dengan pihak luar seperti kepolisian, dinas kesehatan, pakar psikologi, dan komunitas orang tua murid.
 
Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan masyarakat, sekolah di Indonesia diharapkan dapat benar-benar menjadi rumah kedua bagi para siswa. (Talitha Islamey)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA