Serial tersebut memperlihatkan bagaimana sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru bisa berubah menjadi lingkungan penuh tekanan. Kehadiran kasus kekerasan fisik maupun mental dalam cerita tersebut menjadi pengingat penting bagi pembenahan sistem pendidikan.
Di Indonesia, upaya untuk menjamin hak belajar bagi murid dan guru di lingkungan yang kondusif terus diperkuat. Upaya nyata mencegah kekerasan di sekolah kini diperkuat dengan payung hukum yang jelas dan tegas.
Pemerintah telah memberlakukan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kebijakan baru ini diterbitkan sebagai panduan bagi sekolah untuk mencegah dan mengatasi berbagai bentuk kekerasan secara bersama-sama.
Melalui kebijakan ini, penanaman nilai empati dan toleransi sejak dini di sekolah menjadi prioritas utama yang harus dicapai. Lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan relevan diyakini dapat membantu murid mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Tiga Bentuk Utama Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Mengutip unggahan akun Instagram @pskp.kemendikdasmen, ada tiga bentuk kekerasan yang paling sering terjadi dan menjadi tantangan besar di sekolah:1. Perundungan atau Bullying
Tindakan intimidasi ini dapat mengganggu kesehatan mental serta emosional murid.2. Kekerasan Seksual
Pelanggaran serius yang merusak rasa aman dan kesejahteraan individu di lingkungan sekolah.3. Intoleransi
Sikap tidak menghargai perbedaan yang menghambat terciptanya hubungan sosial yang sehat di sekolah.Peran Penting Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Mendalam
Pendidikan karakter memiliki peran mendasar untuk membentuk kesadaran moral, kesehatan emosional, dan kesejahteraan siswa. Untuk menjawab tantangan zaman, model Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning dirancang untuk memperkuat karakter tersebut.Baca Juga :
Kelamnya Fakta "Wi-Fi Shuttle" Bullying Digital di Korsel yang Diangkat dalam Drakor Teach You A Lesson
- Kritis: Mengajak siswa untuk mampu berpikir analitis
- Reflektif: Membiasakan siswa menilai dan mengambil pelajaran dari proses belajar
- Bermakna: Menghubungkan materi pelajaran dengan situasi di kehidupan nyata
Lima Rekomendasi Kebijakan untuk Sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang sepenuhnya aman dan ramah anak, berikut lima rekomendasi kebijakan yang perlu diterapkan:1. Menerapkan pembelajaran mendalam sebagai pendekatan pedagogis
Mengubah metode mengajar agar lebih interaktif dan berorientasi pada pemahaman karakter siswa.2. Memperkuat kebijakan berbasis data
Menggunakan data riil di lapangan agar langkah pencegahan kekerasan bisa dilakukan secara tepat sasaran.3. Penguatan peran guru BK, guru wali, satuan tugas, dan sistem pelaporan
Mengoptimalkan bimbingan konseling, mengaktifkan satgas pengawas, serta menyediakan jalur pelaporan yang aman bagi korban.4. Penguatan pendidikan karakter, literasi sosial, dan dialog lintas identitas
Membuka ruang diskusi yang sehat untuk menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah perbedaan.5. Kemitraan lintas sektor
Membangun kerja sama erat dengan pihak luar seperti kepolisian, dinas kesehatan, pakar psikologi, dan komunitas orang tua murid.Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan masyarakat, sekolah di Indonesia diharapkan dapat benar-benar menjadi rumah kedua bagi para siswa. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda