Kepala Sekolah SMAN 8 Agusman Anwar (kiri), R.R Vania Andaru Reswara (tengah), R. Onny Q (kanan), Medcom.id/Muhammad Syahrul Muhammad.
Kepala Sekolah SMAN 8 Agusman Anwar (kiri), R.R Vania Andaru Reswara (tengah), R. Onny Q (kanan), Medcom.id/Muhammad Syahrul Muhammad.

Peraih Nilai UN Tertinggi Masuk Sekolah Impian Sedari SD

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Juni 2019 16:19
Jakarta: Raut semringah nampak jelas di wajah R.R Vania Andaru Reswara. Bukan tanpa sebab, remaja yang baru lulus dari SMP 115 Jakarta Selatan ini dinyatakan diterima di sekolah impiannya, yaitu SMA Negeri 8 Jakarta.
 
Diterimanya Vania sapaan karibnya, bisa dibilang cukup menyita perhatian. Pasalnya, jumlah Nilai Ujian Nasional (UN) yang diperoleh sebesar 396.0 dengan rerata nilai akhir hampir sempurna, yakni 99.0.
 
Nilai itu yang mengantarkanyaduduk di urutan pertama, di antara para siswa pejuang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lainya. Nilai tersebut tidak hanya tertinggi di pendaftar SMAN 8, namun berdasarkan statistik di situs PPDB zonasi DKI Jakarta, nilai Vania juga yang tertinggi di antara seluruh peserta didik baru SMA se-DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ditanya tentang keberhasilannya masuk ke sekolah yang terletak di Bukit Duri, Jakarta Selatan ini, Vania mengaku senang. Cita-citanya sejak awal sekolah untuk melanjutkan di sekolah yang mempunyai slogan rajawali emas ini akhirnya tercapai.
 
"Diterima di SMAN 8 senang dan bersyukur. Sejak awal ingin masuk ke sini (SMAN 8),goal saya sejak SD," kata Vania kepada medcom.id saat ditemui di SMAN 8 Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis 27 Juni 2019.
 
Remaja kelahiran Surabaya 14 tahun silam inimengatakan, memilih SMAN 8 Jakarta, selain karena sesuai domisili, juga karena sekolah yang beralamat di Jalan Taman Duri ini merupakan sekolah favorit. Selain itu ia juga berharap dengan masuk Smadel (SMA delapan) bisa menembus PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), mengikuti jejak kakak-kakaknya.
 
"Milih SMAN 8 karena favorit di Jakarta, bagus di mata nasional. Kakak-kakak saya juga dari sini, alhamdulillah (kakak) mendapatkan undangan SNMPTN," bebernya.
 
Baca:SMAN 8 Masih Diburu, Karena Lulusannya Banyak Masuk PTN
 
Ia berharap melalui SMAN 8, kesempatan masuk Kedokteran UI semakin mulus. Terkait nilai yang hampir sempurna, Vania menyebut tak lepas dari rahmat Allah SWT.
 
Selain itu juga berkat dukungan dari orang-orang di sekitarnya, terutama orangtua. "Alhamdulillah karena pertolongan Allah, terus pertolongan keluarga, guru. Sama teman-teman juga selalu menempa mental saya, membimbing saya, jadi Alhamdulillah saya dapat nilai 396 pada akhirnya," ungkapnya.
 
Sementara itu orangtua Vania, R. Onny Q mengaku, memang memberikan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anaknya. Ia mengakui menerapkan pola didik yang berbeda, mengingat Vania adalah merupakan generasi milenial.
 
Onny lebih memberikan kepercayaan kepada anak, karena memahami bahwa anak lebih tahu tentang kondisi teman, pelajaran, dan sekolahnya. "Saya selalu bilang pada anak anak, anak lebih tahu kondisi sekolah, jadi memang anak-anak saya dari SD prestasinya selalu nomor 1. Kalau nilai di bawah sembilan nyeselnya. Karena itu tempaan dari mamanya," terang Onny.
 
Baca:Juara Kompetisi Roket Coba Peruntungan di SMAN 8 Jakarta
 
Hasilnya, ujar pria asli Surabaya ini, anak-anaknya terpacu untuk meraih ranking terus di sekolah. Termasuk Vania yang akhirnya dapat memperoleh nilai tertinggi. Meski memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada anak, ia meminta anaknya untuk tetap bertanggung jawab.
 
Karena orangtua sudah memberikan apa yang diperlukan. "Orangtua selalu men-support apapun, tetapi harus memberikan, kasarannya imbalannya. Orangtua hanya memberikan apa yang diperlukan, kami berikan. Tanggung jawabmu apa, tanggung jawabmu nilai. Itu yang berlaku terus," kata Onny.
 
Vania mengaku terlecut dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk belajar tanpa ada paksaan. Ia menjawab kepercayaan dengan nilai yang bagus.
 
"Di keluarga saya enggak ada paksaan, saya belajar sendiri asal nilai saya bagus dan dapetinnya dengan cara yang jujur," ucapnya.
 
Meski begitu ia tak puas dengan hanya berprestasi di bidang akademik. Ia juga menunjukkan dengan bergabung di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan menjadi Ketua OSIS.
 
"Jadi saya coba buktikan ke bidang-bidang lain, musik, organisasi juga. Terus alhamdulillah juga enggak menyangka dapat nilai tertinggi di DKI sekarang ini," ujarnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif