Petugas haji mahasiswa. DOK PPI Dunia
Petugas haji mahasiswa. DOK PPI Dunia

Ujung Tombak di Arab Saudi, PPI Dunia Desak Skema Pengembalian Uang Tiket Petugas Haji Mahasiswa

Renatha Swasty • 22 Juni 2026 15:33
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa bukan sekadar tambahan tenaga kerja, melainkan sumber daya strategis yang memiliki keunggulan dalam penguasaan bahasa dan budaya.
  • Mahasiswa yang bertugas sebagai tenaga pendukung masih harus menanggung biaya transportasi dari kantong pribadi.
  • PPI Dunia mendorong adanya kebijakan reimbursement tiket pesawat bagi Tenaga Pendukung PPIH.
Jakarta: Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah ikut terlibat menjadi Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (TP PPIH). Mereka bukan sekadar tambahan tenaga kerja, melainkan sumber daya strategis yang memiliki keunggulan dalam penguasaan bahasa, budaya, dan kondisi lapangan.
 
“Kami meyakini pelayanan haji berkualitas lahir dari kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang selama ini turut mengambil peran strategis di lapangan," kata Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
 
Sayangnya, sebagian mahasiswa yang bertugas sebagai tenaga pendukung masih harus menanggung biaya transportasi dari kantong pribadi untuk menjalankan tugas pelayanan haji.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa individu yang membantu negara memberikan pelayanan kepada ratusan ribu jemaah justru harus menanggung sebagian biaya penugasannya sendiri?

Andika mengatakan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki posisi unik. Mereka memahami bahasa Arab, mengenal lingkungan setempat, serta lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat dan otoritas di Arab Saudi. 
 
Kemampuan tersebut menjadikan mereka aset yang sangat berharga dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, dukungan terhadap mereka seharusnya dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji, bukan sekadar pengeluaran tambahan. 
 
Pembiayaan transportasi keberangkatan dan kepulangan merupakan kebutuhan dasar yang semestinya telah diakomodasi dalam sistem penyelenggaraan. Persoalan menjadi semakin kompleks ketika terdapat kewajiban bagi sebagian petugas untuk menyetorkan 20-35 persen pendapatannya kepada organisasi mahasiswa di negara tempat studi. 
 
Terlepas dari tujuan baik kebijakan tersebut, fakta mahasiswa masih harus mengeluarkan biaya pribadi untuk menjalankan tugas pelayanan publik menunjukkan adanya beban yang tidak proporsional.
  Andika mengatakan solusi yang mengharuskan mahasiswa kembali terlebih dahulu ke Indonesia untuk memperoleh pembiayaan tiket juga patut dievaluasi. Dari sudut pandang efisiensi anggaran maupun efektivitas operasional, kebijakan tersebut justru berpotensi menambah biaya perjalanan dibandingkan apabila pembiayaan diberikan langsung dari negara tempat mahasiswa belajar menuju Arab Saudi.
 
Dia menyebut masalah ini bukan semata-mata soal tiket pesawat. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana negara memandang kontribusi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Selama bertahun-tahun, mahasiswa Timur Tengah telah menjadi bagian penting dalam pelayanan jemaah haji Indonesia. 
 
Mereka membantu komunikasi, pendampingan, hingga penyelesaian berbagai persoalan di lapangan. Peran tersebut terbukti mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
Karena itu, sudah saatnya pemerintah melakukan evaluasi terhadap skema dukungan operasional bagi tenaga pendukung dari kalangan mahasiswa. 
 
Kepastian pembiayaan transportasi, mekanisme penugasan yang lebih efisien, serta peningkatan perhatian terhadap kuota mahasiswa dalam rekrutmen petugas haji merupakan langkah yang layak dipertimbangkan.
 
Pelayanan haji yang baik tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan negara memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia secara optimal. Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah telah menunjukkan kesediaannya untuk mengabdi. 
 
Yang mereka butuhkan bukanlah penghargaan berlebihan, melainkan dukungan yang wajar agar dapat menjalankan tugas dengan maksimal.
 
"PPI Dunia mendorong adanya kebijakan reimbursement tiket pesawat bagi Tenaga Pendukung PPIH agar semangat pengabdian mahasiswa dapat didukung oleh sistem yang lebih adil, efektif, dan berkelanjutan,” tegas Andika.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA