Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana UNJ, Medcom.id/Citra Larasati.
Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana UNJ, Medcom.id/Citra Larasati.

UNJ Mewajibkan Mata Kuliah Big Data dan Coding

Pendidikan Pendidikan Tinggi Revolusi Industri 4.0
Citra Larasati • 25 Maret 2019 17:52
Jakarta: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akan mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti mata kuliah Data Besar (Big Data) dan Pemrograman (Coding). Mata kuliah tersebut akan berubah dari mata kuliah pilihan menjadi wajib di tahun ajaran 2019/2020 ini.
 
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Intan Ahmad mengatakan, salah satu upaya yang telah dilakukan UNJ dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan mengembangkan mata kuliah Pengantar Data Besar dan Pemrograman (Introducing to Big Data and Coding). Intan mengatakan, sebelumnya mata kuliah Big Data dan Coding ini diterapkan sebatas mata kuliah pilihan, dan akan mulai diwajibkan mulai tahun ini.
 
"Jadi akan diwajibkan untuk seluruh mahasiswa baru, baik prodi sains ataupun sosial. Saat ini tidak ada bidang yang tidak bersentuhan dengan teknologi informasi dan komunikasi," kata Intan di sela-sela Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana UNJ, di JIEXpo Kemayoran, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Berkat Rayuan Pulau Kelapa Dua Mahasiswa UNJ Menang di Instagram
 
Selain mengembangkan mata kuliah wajib tersebut, UNJ juga tengah mengembangkan program lainnya untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi di era Revolusi Industri 4.0. "Seperti blended learning dan model perkuliahan yang menekankan pada kemampuan inovasi dan kreativitas," ujar Intan.
 
Menurut Intan, ada tiga ciri utama yang akan sangat menonjol di era Revolusi Industri 4.0, yakni digitalisasi. otomatisasi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.Revolusi industri juga telah menyebabkan perubahan tatanan kehidupan manusia yang disebabkan oleh evolusi teknologi.
 
Intan menyebutkan, laporan dari the Mc Kinsey Global Institute (2017) menyatakan bahwa 50% pekerjaan yang ada di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini melibatkan 328,9 juta pekerja. Pekerjaan itu berpotensi tidak perlu lagi dikerjakan oleh manusia, karena sudah tergantikan dengan robot.
 
Baca:Pendiri Ruangguru.com Orasi Ilmiah di Wisuda UNJ
 
Begitu juga dengan bidang manufacturing, 64% akan digantikan oleh alat otomatis. Padahal sektor ini menyerap sekitar 237,4 juta pekerja di seluruh dunia. Kemudian untuk bidang perdagangan atau retail yang menyerap sekitar 187,5 pekerja,sebesar 54% dari pekerjaan yang ada di bidang itu juga akan tergantikan robot.
 
"Meski tidak semuanya berubah, namun dipastikan akan ada perubahan besar karena teknologi," ungkap Intan.
 
Bagi Indonesia, kata Intan, perubahan ini merupakan suatu permasalahan sekaligus tantangan baru. Sebab bukan tidak mungkin akan berpotensi menyebabkan munculnya banyak pengangguran.
 
"Dunia bisnis dan industri akan semakin banyak menggunakan teknologi otomasi, serba komputer, daring, dan serba mesin yang diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan," terang mantan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti ini.
 
Untuk diketahui, pada periode Maret ini UNJ mewisuda 1.760 orang lulusan dari program D3 (74 orang), Program RPL (22 orang), S1 (1.249 orang), S2 (269 orang) dan program S3 (146 orang). Secara keseluruhan jumlah alumni UNJ saat ini telah mencapai 117.855 orang yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif