"Saya harap pendidikan Indonesia semakin meningkat, terutama guru-gurunya," kata Nurlaela kepada Medcom.id, Jumat 1 Mei 2026.
| Baca juga: Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Tak Bakal Lagi Digelar Online |
Menurutnya, dengan memiliki guru berkualitas, maka siswa yang diajar juga akan meningkat kemampuannya. Untuk meningkatkan kualitas guru, dia menyebut fasilitasi pelatihan menjadi salah satu jalan yang dapat ditemuh.
"Mudah-mudahan semua guru dapat ditingkatkan profesionlitasnya misal dengan pelatihan," tegasnya.
Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah dapat menyediakan pelatihan rutin kepada guru. Misalnya pelatihan diberikan satu kali dalam 3 bulan.
| Baca juga: 4 Program Pelatihan Guru di 2026, Apa Saja? |
"Untuk pelatihan apanya, monggo apa aja, entah itu model pembelajaran atau apa," sebutnya.
Ia meyakini pelatihan juga akan menghidupkan gairah para guru. Karena para guru kembali diasah kemampuannya lewat pelatihan.
"Dengan pelatihan itu kami kan merasa dapat ilmu dan harus segera ditransfer ke murid," tutupnya.
| Baca juga: Wujudkan PAUD Berkualitas, Mutu Guru dan Kurikulum Wajib Ditingkatkan |
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang sejumlah program pelatihan untuk guru di tahun 2026. Program ini diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas guru.
Setidaknya ada 4 program pelatihan guru yang akan dijalankan. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
"Pelatihan bahasa Inggris untuk guru-guru bahasa Inggris," ujar Mu'ti dalam unggahan instagram @metrotv, dikutip Selasa 27 Januari 2026.
Selain itu akan ada pelatigan coding dan artificial intelligence (AI) untuk para guru. Hal ini dikarenakan adanya mapel coding dan AI di sekolah.
"Kami juga ada pelatihan coding dan AI untuk guru yang akan mengajar coding dan AI," sebutnya.
Khusus di jenjang SD, coding dan AI dapat mulai di ajarkan mulai kelas 4. Sedangkan SMP dan SMA bisa seluruh tingkat kelas.
Mu'ti menegaskan jika mapel ini tidak bersifat wajib. Mapel ini bertujuan untuk penguatan calistung, literasi, dan numerasi para siswa.
Kemudian, ada pelatihan terkait bimbingan konseling (BK). Pelatihan itu, kata dia, akan menyasar seluruh guru.
"Ada pelatihan ke-BK-an, karena semua guru nanti akan melaksanakan tugas BK," ungkap Mu'ti.
Terakhir ada pelatihan untuk menjalankan pembelajaran. Atau yang kini dikenal dengan metode deep learning.