Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

4 Program Pelatihan Guru di 2026, Apa Saja?

Ilham Pratama Putra • 27 Januari 2026 12:57
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang sejumlah program pelatihan untuk guru di tahun 2026. Program ini diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas guru.
 
Setidaknya ada 4 program pelatihan guru yang akan dijalankan. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
 
"Pelatihan bahasa Inggris untuk guru-guru bahasa Inggris," ujar Mu'ti dalam unggahan instagram @metrotv, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

Selain itu akan ada pelatigan coding dan artificial intelligence (AI) untuk para guru. Hal ini dikarenakan adanya mapel coding dan AI di sekolah.
 
"Kami juga ada pelatihan coding dan AI untuk guru yang akan mengajar coding dan AI," sebutnya.
 
Khusus di jenjang SD, coding dan AI dapat mulai di ajarkan mulai kelas 4. Sedangkan SMP dan SMA bisa seluruh tingkat kelas.
 
Mu'ti menegaskan jika mapel ini tidak bersifat wajib. Mapel ini bertujuan untuk penguatan calistung, literasi, dan numerasi para siswa.
 
Kemudian, ada pelatihan terkait bimbingan konseling (BK). Pelatihan itu, kata dia, akan menyasar seluruh guru.
 
"Ada pelatihan ke-BK-an, karena semua guru nanti akan melaksanakan tugas BK," ungkap Mu'ti.
 
Terakhir ada pelatihan untuk menjalankan pembelajaran. Atau yang kini dikenal dengan metode deep learning.

Berikut 4 Kerangka Pembelajaran dalam Deep Learning:

1. Strategi Mengajar

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan, untuk mewujudkan pembelajaran mendalam, guru berfokus pada pengalaman belajar murid yang autentik. Guru mengutamakan praktik nyata mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

2. Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua,  komunitas dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran, dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

3. Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

4. Pemanfaatan Teknologi

Pemanfaatan Teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalistator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif dan konstekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan