Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sepanjang 2018 telah mendidik dan menghasilkan 3.132 siswa wirausaha. Ribuan siswa ini dicetak melalui program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW).
"Menyiapkan siswa menjadi lulusan yang mandiri dan menyediakan lapangan pekerjaan dan direktorat pembinaan SMK bekerja sama dengan SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) dalam program Sekolah Pencetak Wirausaha," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.
Hamid menuturkan, 3.132 siswa tersebut terdiri dari batch pertama hingga batch ketiga, dengan 175 SMK di 34 Provinsi. Selama 2018, Hamid juga menyebut telah mengeluarkan 206 sertifikat untuk siswa, dengan penghasilan Rp5 juta hingga Rp25 juta per tiga bulan.
"2019 ini kami juga sudah sosialisasikan program SPW ini melalui video conference, sebanyak 170 SMK di 34 provinsi sudah mendaftar untuk kegiatan ini," terangnya.
Baca: SMK Harus Berbasis Kewirausahaan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengapresiasi program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) . Ia juga optimistis SPW bisa mencetak wirausaha-wirausaha muda dari SMK.
“Jadi saya sangat mendukung Dirjen dan Pak Direktur Pembinaan SMK, kewirausahaan di SMK,” kata Muhadjir
Dalam acara tersebut hadir sembilan siswa dengan penghasilan tertinggi dari program SPW. Salah satunya Mega Liesty Andresty Sugiarto dari SMK Negeri 1 Banyumas, ia berhasil meraih omzet Rp46,7 per tiga bulan melalui bisnis Clotching and Merchandising.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan