Sivitas Akademika UKWMS Menolak Intoleransi
Sidarto Danusubroto berfoto bersama Jajaran UKWMS dan Forum Indonesia Bersatu, dokumentasi UKWMS.
Jakarta: Seluruh sivitas Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) ambil bagian dalam deklarasi Say No to Intolerance Action.   Aksi ini menolak segala bentuk intoleransi yang begitu mendesak di Tanah Air belakangan ini,

UKWMS mengadakan kuliah umum yang bertepatan dengan perayaan Dies Natalis UKWMS yang ke-58 tahun.  Dies Natalis kali ini mengusung tema “Bersama seluruh komponen bangsa, UKWMS peduli membangun negeri yang bhinneka dengan transformasi sosial melalui kepemimpinan yang visioner dan inklusif."


Antonius Yuniarto, selaku Ketua Panitia Dies Natalis UKWMS mengatakan, kuliah ini diperuntukkan bagi para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dengan narasumber tunggal yaitu Mayjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto, S.H., yang merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI sejak tahun 2015. Materi yang disampaikan bertemakan “Pancasila dan Demokrasi Indonesia”.

“Kuliah Umum yang melibatkan 500 mahasiswa UKWMS ini penting dilakukan, mengingat Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa relevan untuk menangkal segala bentuk aksi intoleransi yang terjadi di Indonesia," tegas Yuniarto.

Di tengah hiruk pikuk berita panasnya kancah perpolitikan Indonesia, masyarakat dikagetkan berita penyerangan pemimpin Agama di beberapa daerah di Indonesia.  Seperti Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di Banten, terjadi penolakan warga desa Legok terhadap seorang biksu bernama Mulyanto Nurhalim. Mulyanto dianggap menyalahgunakan fungsi tempat tinggal menjadi tempat ibadah. Kemudian di Yogyakarta, seorang melakukan penyerangan terhadap Pastor Prier SJ yang sedang memimpin Ekaristi kudus di Gereja Lidwina Sleman. 

Lalu di Jawa Timur, setidaknya ada tiga penyerangan mencuat. Di antaranya pembunuhan guru mengaji di Sampang, 27 Desember 2017, perusakan patung Dwarapala di pura Mandara Giri Lumajang hingga perusakan pintu kaca Masjid Baiturrahim Tuban. 

"Itulah serentetan penyerangan yang ditengarai sebagai bentuk intoleransi, atas kebhinnekaan Indonesia," sebut Yuniarto.

Baca: Fakultas Kedokteran UKWMS Melantik Dekan Baru

Beragam bentuk intoleransi, kata Yuniarto, menjadi ancaman perpecahan persatuan dan kesatuan NKRI. Oleh karena itu, tiada sikap lain yang harus dipilih selain menolak segala bentuk intoleransi terhadap keberagaman di Indonesia. 

"Sikap menolak intoleransi harus menjadi sikap setiap warga negara Indonesia termasuk di dalamnya segenap sivitas akademika UKWMS," tegas Yuniarto.

Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk menumbuh kembangkan jiwa toleransi para mahasiswa di tengah kebhinnekaan Indonesia.  Mahasiswa akan berani mengekspresikan sikap menolak intoleransi yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya. 

Sidarto mengatakan, saat ini terjadi fenomena pengabaian pancasila, sehingga keberadaannya harus kembali diperkuat. “Berbicara mengenai apa yang perlu dibenahi di Indonesia saat ini adalah bahwa Pancasila selama ini diabaikan, namun sekarang Pancasila harus ditanamkan, dibudayakan dan diberdayakan. Hormati pula keberagaman, jangan bicara anti keberagaman,” ucapnya tegas.

Berbagai polemik yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) di Indonesia
membawa dampak buruk bagi generasi penerus bangsa. Penyalahgunaan dalam penggunaan sosial media juga turut berperan, yakni untuk menebar kebencian dan menyebarkan hoaks.

"Sehingga kerap kita temui adanya gesekan antarkomunitas, sehingga warga mudah tersulut emosinya karena pemberitaan yang belum tentu benar isinya," terang Sidarto.

Maka untuk mempertahankan demokrasi dan menjaga Pancasila, kata Sidarto, dibutuhkan pondasi, yakni pancasila.  “Ibarat membangun sebuah rumah dibutuhkan pondasi, dan pondasinya adalah Pancasila, tiangnya adalah Undang-undang Dasar 1945, atapnya NKRI, dan penghuninya Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah rumah bangsa yang harus dijaga bersama," tutupnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id