Pemanggilan ini dilakukan untuk memastikan kasus kekerasan seksual ditangani dengan serius. Kemendiktisaintek turut memberikan perhatian khusus terhadap kasus yang ada.
"Saya ingin sampaikan kepada teman-teman mahasiswa dan seluruh masyarakat di Indonesia, bahwa kami mendengar dengan seksama berbagai kegelisahan tersebut dan kami menyikapi ini dengan sangat serius,” ujar Brian melalui akun Instagram @kemendiktisaintek.ri dikutip Jumat, 17 April 2026.
Brian mengungkapkan sejak kasus mencuat, dirinya langsung melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan perguruan tinggi terkait. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan sesuai prosedur dan berpihak pada korban.
“Semenjak berbagai kabar tersebut muncul, saya langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rektor-rektor dari kampus terkait,” kata dia.
Tak hanya itu, Kemendiktisaintek juga menggelar pertemuan lintas pihak bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). Ia berharap kasus yang ada mendapat tindak lanjut serius dari perwakilan BEM hingga Rektor.
| Baca juga: BEM FH UI Desak Rektor Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual dalam 30 Hari |
"Diskusi saya bersama Ibu Menteri PPA (Arifah Fauzi) hari ini yang juga dihadiri oleh Rektor UI beserta jajaran lainnya, tidak lupa hadir juga dari BEM UI dan BEM FH UI, adalah bentuk tindak lanjut untuk mengawal kasus yang sedang terjadi di FH UI tersebut,” ujar dia.
Brian menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan penyelesaian kasus berhenti di tengah jalan. Ia memastikan setiap proses akan terus dikawal hingga tuntas dan transparan.
“Kami ingin memastikan bahwa langkah yang diambil pihak kampus benar-benar tepat dan kami pastikan penyelesaian kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan,” tegas dia.
Menurut dia, kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Karena itu, segala bentuk kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam kondisi apa pun.
“Kampus harus menjadi ruang aman. Kami menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di dalam kampus, dalam bentuk apa pun,” ujar Brian.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Pendidikan, kata dia, tidak hanya soal kecerdasan, tetapi juga penghormatan terhadap martabat manusia.
| Baca juga: Guru Besar Unpad Dinonaktifkan Sementara, Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual |
“Kita ingin melahirkan pemimpin masa depan yang cerdas, tapi yang paling utama adalah pemimpin tersebut memiliki karakter dan menghormati martabat manusia,” ucap dia.
Dalam penanganan kasus, pemerintah menjamin perlindungan penuh bagi korban. Pendampingan akan diberikan sejak pelaporan hingga proses hukum selesai.
“Fokus utama kami adalah menjamin perlindungan penuh dan pendampingan bagi para korban agar mereka mendapatkan keadilan tanpa rasa takut,” tutur Brian.
Di sisi lain, ia memastikan pelaku kekerasan akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Penegakan hukum disebut menjadi bagian penting dalam menciptakan efek jera.
“Kami ingin memastikan para pelaku tindak kekerasan tersebut mendapatkan sanksi yang setimpal,” kata dia.
Kemediktisaintek membuka berbagai kanal pengaduan terintegrasi untuk mendukung pelaporan. Masyarakat dapat melapor melalui Satgas PPKPT di kampus atau layanan pusat panggilan yang tersedia.
“Jangan ragu untuk melapor. Kami akan menjaga kerahasiaan identitas Anda dan terus berdiri mendampingi korban hingga pemulihan serta proses hukum selesai,” ujar Brian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News