Suasana pendaftaran PPDB, MI/Angga Yuniar.
Suasana pendaftaran PPDB, MI/Angga Yuniar.

LPA Generasi: Sistem Zonasi Harus DIsempurnakan

Sistem Zonasi Abaikan Fakta Kurangnya Jumlah Sekolah Negeri

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Citra Larasati • 17 Juni 2019 09:27
Jakarta: Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi mengkritik kebijakan sistem zonasi yang persebarannya berlandaskan pada sekolah negeri. Penerapan sistem zonasi dinilai telah menafikan fakta bahwa jumlah sekolah negeri masih kurang dan sebarannya tidak merata di hampir semua wilayah di Indonesia.
 
Ketua LPA Generasi, Ena Nurjanah mengatakan,penerapan sistem zonasi telah menafikan kurangnya jumlah sekolah negeri. Sehinggadapat dipastikan akan menuai masalah dalam pelaksanaannya.
 
Hal ini, kata Ena, ditunjukkan pada masih munculnya keresahan dari orangtua murid, meskiPPDB sistem zonasi telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Di sejumlah daerah, seperti Bekasi misalnya, jumlah daya tampung sekolah negeri hanya sepertiga dari total jumlah siswa pendaftar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kekhawatiran siswa didik dan orangtua dengan sistem ini masih terus terjadi, karena minimnya antisipasi persoalan yang muncul dalam penerapan PPDB sistem zonasi ini," kata Ena dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, 16 Juni 2019.
 
Baca:Daya Tampung SMP Tak Sebanding Lulusan SD
 
Pemerintah melalui Kemendikbud, menurut Ena, tidak bisa mengabaikan kondisi yang ada, baik itu kondisi siswa didik, orangtua, maupun kondisi sekolah negeri yang ada.Melihat kondisi ini, seharusnya Kemendikbud mengkaji kembali penerapan sistem zonasi.
 
PPDB sistem zonasi harus diperbaiki dan disempurnakan agar tidak merugikan siswa didik. "Kemendikbud juga seharusnya lebih mengutamakan kebutuhan ketersediaan jumlah sekolah negeri sebelum memaksakan kebijakan mutlak PPDB dengan sistem zonasi," ungkapnya.
 
Ketersediaan sekolah-sekolah harus dibarengi dengan pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana yang layak.Pada akhirnya, para orangtua dan siswa didik pun tidak akan berebut mendaftar masuk sekolah negeri tertentu karena semua sekolah telah memiliki standar yang sama.
 
Dengan terbatasnya jumlah sekolah negeri, maka kemungkinan akan banyak anak yang tidak tertampung juga sangat besar. Terutama pada siswa yang rumahnya jauh dari zona sekolah, atau tidak ada sekolah negeri di wilayah tempat tinggalnya.
 
Baca:Sistem Zonasi Masih Dibayangi Kurangnya Daya Tampung
 
Padahal nilai Ujian Nasional (UN) mereka sangat memungkinkan untuk mendapatkan sekolah negeri . Sementara mencari sekolah bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tidaklah semudah yang dikatakan Kemendikbud, bahwa ketika anak tidak diterima sekolah negeri, mereka tetap bisa bersekolah, yakni sekolah swasta yang mau menampung.
 
"Mencari sekolah swasta butuh persiapan biaya yang tidak sedikit. Pilihan sekolah swasta yang sesuai dengan anggaran mereka pun sulit ditemui," ujar Ena.
 
Belum lagi waktu pendaftaran yang pendek dengan dimulainya tahun ajaran baru. "Bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu, ketidakberdayaan orangtua mereka mendaftarkan ke sekolah swasta akan memunculkan kemungkinan anak-anak menjadi putus sekolah," tegas Ena.
 
Menurut Ena, Kemendikbud menganggap bahwa sistem zonasi sebagai langkah paling penting dalam mencapai berbagai pemerataan dalam dunia pendidikan. Kemendikbud juga optimistis, bahwa dengan sistem zonasi setiap anak mendapat kesempatan yang sama dengan fasilitas yang sama. Tidak ada pengistimewaan sekolah favorit dan tidak favorit.
 
Zonasi menjadi basis data perumusan kebijakan dalam memetakan dan memberikan intervensi pendidikan, baik terkait fasilitas sekolah, metode pembelajaran, maupun kualitas dan distribusi guru, sehingga dapat mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh daerah. Aturan baru mengenai PPDB 2019 tertuang dalam Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018.
 
"Melihat tujuan PPDB sistem zonasi tentunya menimbulkan harapan besar bagi pendidikan yang lebih baik bagi setiap anak Indonesia. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut ternyata bukan perkara sederhana," tutup Ena.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif