Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

SEAQIL Dukung Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Pengantar Asia Tenggara

Pendidikan Bahasa Indonesia Penggunaan Bahasa
Arga sumantri • 13 Oktober 2020 21:04
Jakarta: Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre For Quality Improvement for Teachers and Education Personnel (QITEP) In Language (SEAQIL) mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di Asia Tenggara. SEAQIL akan memaksimalkan peran dan potensinya dalam penguatan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA).
 
"Khususnya dalam peningkatan kualitas pengajar BIPA dan hal relevan lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pengajar dan tenaga kependidikan ke-BIPA-an di Asia Tenggara. Itu yang akan kami dorong terus," kata Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani, saat memberikan sambutan pada Webinar Series on Language, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Luh Anik menambahkan, keinginan SEAQIL mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di Asia Tenggara juga mengacu Pasal 44 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009. Selain itu, rekomendasi Strategis Kongres Bahasa Indonesia pada 2013 yang berkaitan dengan peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai langkah awal, SEAQIL menggelar Webinar Series on Language yang berfokus pada BIPA. Webinar ini diselenggarakan dalam tiga seri melalui platform pertemuan daring dan membahas tiga topik utama. Ketiganya yaitu Standar Kompetensi Pengajar BIPA yang diselenggarakan pada 25-27 Agustus 2020, Materi Pembelajaran BIPA pada 1-3 September 2020, dan Kebutuhan Pengajar BIPA yang diselenggarakan 13-15 Oktober 2020.
 
Baca:Ketika Dian Sastro Ngobrol Bareng Nadiem Pakai Elu Gue
 
Melalui webinar ini, SEAQIL telah mengumpulkan informasi dan data yang akan menjadi dasar untuk mengembangkan standar kompetensi dan materi pembelajaran BIPA, serta program Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan bagi pengajar BIPA. Webinar ini diselenggarakan bersama 31 pakar BIPA dan 600 pengajar/pendidik, pemelajar, pengamat, peneliti, dan penulis bahan ajar BIPA dari seluruh dunia.
 
Di samping itu, SEAQIL juga mengundang para pakar BIPA dari enam institusi pemerintah yang mempunyai misi serupa di antaranya Kemendikbud, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif