Ilustrasi kuliah. Medcom.id
Ilustrasi kuliah. Medcom.id

10 Mahasiswa Wakili Indonesia di Ajang Pengembangan Talenta Digital Seeds for The Future 2022

Renatha Swasty • 17 Agustus 2022 20:16
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengapresiasi peran swasta yang turut mengembangkan talenta muda digital Indonesia. Salah satunya, Huawei Indonesia mengirimkan 10 mahasiswa terbaik untuk mewakili Indonesia mengikuti pengembangan talenta digital Seeds for The Future 2022 selama 10 hari di Thailand.
 
Tahun ini, peserta akan bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa terpilih lainnya dari 12 negara di Asia Pasifik. Sekretaris Jenderal, Kemendikbudristek, Suharti, mengapresiasi kontribusi Huawei dalam pengembangan SDM Digital di Indonesia.
 
Dia menilai Huawei Indonesia melalui riset teknologinya telah memastikan kehadiran layanan digital yang semakin baik bagi semua kalangan. Suharti mengapresiasi dukungan Huawei dalam penguatan dan inklusivitas digital di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk perhatian Huawei Indonesia dalam memegang prinsip kesetaraan gender di bidang teknologi digital maupun dalam menggelar program-programnya mencetak talenta-talenta digital baru yang unggul di Indonesia,” tutur Suharti dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Agustus 2022.
 
Suharti melanjutkan pengembangan teknologi digital yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan juga tanggung jawab berbagai pihak dalam menjalankan akselerasi dan transformasi pendidikan di Indonesia.
 
“Terkait dengan teknologi, kita tidak semata bicara soal teknologi itu sendiri namun bagaimana teknologi itu masuk dan mewarnai kegiatan pembelajaran dan proses manajemen sehari-hari,” tegas dia.
 
Suharti berharap ke depan semakin banyak generasi muda yang terus meningkatkan kapasitasnya di bidang teknologi informasi. “Semoga kalian (para peserta) bisa menginspirasi mahasiswa lainnya dan membuktikan bahwa kalian dari berbagai latar belakang dan gender punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi di bidang yang kalian minati,” ujar Suharti.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Mira Tayyiba, juga mengapresiasi Huawei Indonesia atas kontribusinya mendukung upaya mengembangkan kompetensi SDM digital Indonesia. Khususnya melalui program beasiswa kompetisi teknologi dan pelatihan keterampilan digital.
 

Mira berharap Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang memiliki kecakapan dan literasi digital mumpuni, menjadi generasi inisiator, inventor, dan inovator yang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk kebaikan bersama, serta mampu menghadirkan nilai tambah terhadap teknologi digital tersebut.
 
Dia mengucapkan selamat kepada sepuluh mahasiswa terbaik yang terpilih mewakili Indonesia di berbagai program pengembangan talenta digital melalui Huawei Seeds for the Future 2022.
 
"Saya berharap melalui program ini bersama-sama kita tidak hanya memahami bagaimana inovasi teknologi terbaru, namun juga mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat serta memaknainya sebagai peluang untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia, guna pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” kata Mira.
 
Sementara itu, CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen, mengatakan sebagai penyedia solusi TIK serta perusahaan yang sangat mementingkan riset, Huawei memiliki kepedulian tinggi terhadap beragam insiasi pendidikan teknologi bagi seluruh talenta sejak usia dini. Huawei sangat memahami pentingnya kompetensi talenta digital yang mumpuni baik bagi kemajuan bisnis maupun kemajuan bangsa.
 
“Untuk itulah kami terus menggelar program-program berkelanjutan seperti program Seeds for the Future yang merupakan salah satu program unggulan Huawei sejak 2008," kata dia.
 
Sebanyak 10 mahasiswa Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program tersebut adalah talenta-talenta digital berkompetensi yang dipercayai memiliki potensi besar menjadi pemimpin teknologi di masa depan. Untuk makin menyiapkan mereka sebagai aset bangsa, pihaknya menyediakan beragam kesempatan bagi mereka untuk belajar komprehensif.
 
"Dari teknologi terkini dan masa depan, hingga pengetahuan tentang pentingnya memahami budaya antarbangsa serta jejaring internasional,” papar Jacky.
 
Deputi II Bidang Pembangunan Manusia, Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan, menaruh harapan kepada kesepuluh partisipan Seeds for the Future 2022 agar dapat menginspirasi generasi muda untuk mendorong terwujudnya perekonomian digital yang inklusif. Dia menuturkan Koperasi dan UMKM membutuhkan dukungan dan solusi-solusi dari talenta digital agar menjadi bagian dari ekosistem digital dan memainkan peran penting dalam menumbuhkan perekonomian digital di Indonesia.
 

"Kantor Staf Presiden sangat berharap program-program yang dikembangkan Huawei Indonesia dapat membuka kesempatan kepada generasi berikutnya untuk menjadi talenta-talenta digital yang handal dan mampu menjawab kebutuhan serta tantangan zaman,” tutur dia.
 
Peserta Seeds for the Future 2022 akan mendapatkan kesempatan mendalami budaya negara-negara lain, melihat sekilas kecanggihan TIK mutakhir, dan berkesempatan belajar ilmu langsung dari pakarnya secara praktik. Mereka juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuannya dalam kompetisi dengan peserta dari negara-negara lain.
 
Program ini juga memberi kesempatan kepada talenta muda penuh potensi dari Indonesia untuk membangun jejaring dengan talenta-talenta digital potensial dari negara lain yang pastinya memiliki budaya dan latar belakang berbeda. Dengan talenta digital masa depan yang mumpuni, diharapkan generasi muda bisa mengeksplorasi perkembangan teknologi terkini, meningkatkan prospek karier, dan mendapatkan sertifikasi dari perusahaan global.
 
Adapun ke-10 mahasiswa Indonesia peserta Seeds for the Future 2022 adalah Sigit Bayu Cahyanto, Mahasiswa Teknologi Rekayasa Internet Universitas Gadjah Mada; Zulfan Jauhar Maknuny, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Padjadjaran Bandung; Zahra Salsabila Hernanda, Mahasiswa Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.
 
Kemudian, Jesika Laprina Manurung, mahasiswi Teknologi Komputer Institut Teknologi Del Sumatera Utara; Anak Agung Krisna Ananda Kusuma, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Indonesia; Joseph Kristiano, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Surabaya; Fauzi Frahma Taliningsih, mahasiswi Teknik Telekomunikasi Telkom University Bandung; Talcha Krusbeek Orrilia Audre Agatha Putri Setyabudi, mahasiswi Teknik Elektro, Universitas Brawijaya Malang; dan Aisha Salsabilla, mahasiswi Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada.
 
Baca juga: Teknologi Semakin Berkembang, Nadiem Sebut Indonesia Butuh Talenta Digital Cerdas dan Kreatif 

 
(REN)
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif