Beasiswa LPDP Tahap II menyediakan dua program utama yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics). LPDP juga membuka kembali program Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, program kerja sama khusus seperti Beasiswa Keolahragaan, dan Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.
Bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif. LPDP juga mendukung pendanaan untuk bidang STEM-related yang terdiri dari bisnis dan ekonomi serta hukum dan kebijakan publik yang mendukung bidang industri strategis.
Sementara itu, bidang SHARE tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat aspek sosial, kebijakan publik, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga keagamaan yang menopang pembangunan nasional.
STEM-related adalah bidang non-STEM yang secara langsung mendukung pengembangan industri strategis berbasis STEM, misalnya seperti bidang Kebijakan Publik, Hukum, Bisnis, Ekonomi dan banyak lagi.
Pada beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis. Sementara itu, maksimal 20 persen dialokasikan bagi bidang SHARE sebagai bagian dari pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan.
Nah, pada pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 ada perubahan yang perlu diperhatikan pendaftar. Berikut aturan baru pendaftaran dikutip dari laman lpdp.kemenkeu.go.id:
Aturan baru daftar Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026
1. Keringanan persyaratan Bahasa Inggris
Untuk pendaftar kriteria afirmasi:
1. Tujuan dalam negeri: tetap tidak dipersyaratkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris.2. Tujuan luar negeri:
- Bagi yang telah memiliki LoA Unconditional, tidak wajib sertifikat bahasa
- Bagi yang belum memiliki LoA Unconditional, penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
Untuk pendaftar kriteria non afirmasi (pendaftar umum/CPNS/PNS/TNI/Polri):
- Bagi yang telah memiliki LoA Unconditional, tidak wajib sertifikat bahasa
- Bagi yang belum memiliki LoA Unconditional:
- Tujuan dalam negeri: penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri dan TOEP.
- Tujuan luar negeri: penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris yaitu Duolingo.
Untuk pendaftar beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research
- Bagi yang telah memiliki LoA Unconditional, tidak wajib sertifikat bahasa.
- Bagi yang belum memiliki LoA Unconditional:
- Penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
- Penurunan skor minimal Bahasa Inggris dibandingkan tahap 1.
2. Pembaruan Daftar Perguruan Tinggi Tujuan
- Penambahan Universitas Unggulan dari sebelumnya 17 universitas unggulan untuk seluruh program studi, menjadi 31 universitas unggulan yang terdiri dari 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus program studi STEM.
- Pembaruan daftar perguruan tinggi tujuan dalam negeri, luar negeri, double/joint degree untuk beasiswa STEM Industri Strategis dan SHARE serta pembaruan daftar perguruan tinggi tujuan untuk Beasiswa Keolahragaan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda