“Saya yakin IPDN dapat mengembangkan diri dengan inovasi-inovasi yang adaptif, pengembangan sarana dan prasarana yang semakin baik, program studi yang reliable serta kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi acuan para user atau pengambil keputusan," tutur Tito dalam siaran persnya, Rabu, 1 April 2026.
Selain Mendagri, beberapa Pejabat Tinggi Negara juga turut memberikan ucapan kepada IPDN di antaranya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Joko Pramono yang hadir langsung pada acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis IPDN ke-70 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. Dalam orasi ilmiahnya, Agus menerangkan tentang peran strategis IPDN dalam pemerintahan.
“IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan tapi harus membentuk pamong praja kompeten berintegritas, peka terhadap etika, akuntabel, transparan, dan berani menolak penyimpangan,” ujarnya.
Integritas ini menurutnya menjadi fondasi awal dari pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat. Birokrasi masa depan tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pintar secara teknikal, tapi membutuhkan pemimpin publik yang berintegritas juga dapat menggabungkan antara etika dan keberanian, yang bukan hanya bisa menjalankan aturan tapi mampu menjaga marwah jabatan.
"Integritas ini harus dibentuk oleh IPDN agar ke depan calon-calon pemimpin bangsa ini akan membangun sisem pemerintahan yang membuat penyimpangan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sulit terjadi," kata Agus.
Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri III, Komjen Pol (Purn.) Drs. Akhmad Wiyagus., S.I.K., M.Si., CFrA, “IPDN harus menghasilkan SDM aparatur yang berintegritas, yang memiliki kemampuan daya saing sehingga dapat diandalkan dalam memasuki kompetisi global yang ketat,” ujarnya.
Menginjak angka 70 tahun menurutnya IPDN harus semakin berkembang, dengan tidak hanya meraih kualitas dan akreditas unggul dalam negeri tapi merambah ke dunia internasional. “IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi di era digitalisasi," terangnya.
Hal ini sejalan dengan dinamika pemerintahan yang semakin berkembang, serta tantangan pemerintahan dan pelayanan publik di era digitalisasi diperlukan kualitas SDM aparatur yang memiliki kemampuan profesional di bidang penguasaan teknologi informasi dan komnukasi serta integritas diri yang tinggi”, ujarnya.
Di akhir sambutannya Wamendagri juga tak lupa mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas peran aktif dan respons cepat IPDN dalam mendukung percepatan rekontruksi pasca bencana di wilayah Sumatera dan Aceh dengan mengirimkan total 2.329 orang praja ke daerah terdampak bencana.
| Baca juga: Mendikdasmen Ingatkan ASN WFH Bukan Liburan, Bakal Ada Sanksi Jika Melanggar |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News