Laboratorium komputer di SMKN 15 Jakarta yang akan digunakan untuk UNBK telah disterilisasi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Laboratorium komputer di SMKN 15 Jakarta yang akan digunakan untuk UNBK telah disterilisasi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Virus Korona

SMKN 15 Jakarta Siapkan Dokter Saat Ujian Nasional

Ilham Pratama Putra • 12 Maret 2020 13:55
Jakarta: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bakal melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada 16 Maret 2020 mendatang.  Saat menggelar UN di tengah wabah virus Korona (covid-19), sekolah diminta menjalankan protokol khusus pencegahan Korona.
 
SMKN 15 Jakarta Selatan tak hanya menjalankan standar protokol yang diterbitkan Kemendikbud kemarin, sekolah ini bahkan menyiapkan dokter yang berjaga selama UN di sekolah. Hal ini guna mengantisipasi dan sebagai langkah awal ketika menemukan siswa yang tidak dalam kondisi sehat.
 
"Kita sudah hubungin dokter dari puskesmas kelurahan Selong. Nanti akan stand by dan siswa yang sakit mendapat pengecekan awal di UKS (Unit Kesehatan Sekolah) kita," kata Kepala Humas SMKN 15 Jakarta, Helena Pasaribu ketika ditemui Medcom.id di SMKN 15 Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.

Baca juga:  Ujian Nasional, Perhatikan Protokol Tambahan Penanganan Korona
 
Begitu juga ketika baru masuk kawasan sekolah, pihaknya juga melakukan pengawasan ketat. Tepatnya di pos satpam, petugas akan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum siswa dan guru masuk ke sekolah.
 
"Memang bakal ribet, tapi kalau enggak siap ribet kita khawatir juga. Ini kan untuk kesehatan semuanya," lanjut Helena.
 
SMKN 15 Jakarta Siapkan Dokter Saat Ujian Nasional
Kepala Humas SMKN 15 Jakarta, Helena Pasaribu. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
 
Dia menyebut, sekolahnya juga telah menggandeng seluruh pihak dan melakukan koordinasi. Bukan hanya pihak kesehatan namun juga pihak kepolisian.
 
"Panitia dan tim pengawas juga kita siapkan, sudah kita komunikasikan agar siap menjalankan UN," tambahnya.
 
Baca juga: 8,3 Juta Siswa Siap Ikut Ujian Nasional 2020
 
Mengenai penerapan pencegahan melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) juga telah disosialisasikan kepada seluruh siswa dan tim penyelenggara UN. Bahkan sebelum masuk ruang ujian, siswa dan pengawas diwajibkan menggunakan hand sanitizer atau cairan antiseptik.
 
"Setiap hari, dan setiap akan masuk dan keluar ruang juga diwajibkan. Nanti akan kami sediakan, logistiknya sudah ada di UKS semua," ungkap Helena.
 
Saat ini ruang ujian telah disterilisasi. Ruang ujian sudah dibersihkan untuk mencegah virus melekat pada perangkat ujian.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA