Pada pelaksanaan UN kali ini, Kemendikbud mencatat terjadi peningkatan jumlah peserta dibanding tahun 2019 lalu. Di tahun ini akan ada 8,3 Juta peserta UN yang terdiri dari 105 ribu satuan pendidikan.
"Naik dari tahun lalu yang berjumlah 8,2 juta peserta, dari 103 satuan pendidikan," jelas Plt. Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.
Persentase peserta didik yang siap sebanyak 96,16 persen siap melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan sebanyak 3,84 persen sisanya masih melakukan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).
"Sedangkan dari satuan pendidikan 92,95 persen sekolah siap melaksanakan UNBK, dan 7,05 persen sisanya masih melaksanakan UNKP," ujar Totok.
Baca juga: Ujian Nasional, Perhatikan Protokol Tambahan Penanganan Korona
Totok menegaskan untuk kesiapan pelaksanaan UN, gladi bersih juga telah dilakukan. "Gladi bersih sudah dilakukan, hasilnya aplikasi UNBK sudah berjalan dengan baik. Ada problem teridentifikasi dan sudah selesai diperbaiki," kata Totok.
Dia menyebut Infrastruktur di pusat dan di sekolah juga telah siap dan berfungsi dengan baik. Tak hanya itu, Sumber Daya Manusia penyelenggara UN telah paham dengan tugas yang akan dijalankan.
"Tim pelaksana pusat, help desk, proktor, dan panitia sudah memahami tugas dan tanggung jawabnya. UN ini melibatkan banyak sekali mitra dan kerabat kerja baik pusat sampai sekolah semua sudah berjalan dengan benar," lanjut Totok.
Berikut jadwal UN 2020 yang dimulai dengan sinkronisasi data:
1. UN SMK/MAK, Sinkronisasi data 13-14 Maret dan Pelaksanaan ujian 16-19 Maret.
2. UN SMA/MA Sederajat, Sinkronisasi data 27-28 Maret dan Pelaksanaan ujian 30 Maret-2 April.
3. UN Pendidikan Kesetaraan Program Paket C/Ulya, Sinkronisasi data 2-3 April dan Pelaksanaan ujian 4-7 April.
4. UN SMP/MTs, Sinkronisasi data 16-17 April dan Pelaksanaan ujian 20-23 April.
5. UN Pendidikan Kesetaraan Program Paket B/Wustha, Sinkronisasi data 30 April-1 Mei dan Pelaksanaan ujian 2-4 Mei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News