Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas
Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas

Sekolah dan Kampus Swasta Butuh Bantuan Pemerintah

Pemerintah Diminta Antisipasi Ancaman Putus Sekolah Meningkat

Pendidikan Virus Korona putus sekolah
Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 Mei 2020 17:06
Jakarta:  Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mendesak pemerintah segera merumuskan skema bantuan bagi PAUD, TK, Sekolah, hingga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terdampak pandemi virus korona (covid-19).  Sebab jika tidak, dikhawatirkan jumlah siswa dan mahasiswa drop out atau putus sekolah diperkirakan akan meningkat pesat.
 
Menurut jajak pendapat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu menunjukkan, 56 persen sekolah swasta saat ini tengah mengalami kesulitan finansial akibat terdampak pandemi covid-19.  Kondisi ini akan terus memburuk dalam beberapa bulan ke depan, jika tidak ada upaya konkret dari Pemerintah untuk menyelamatkan lembaga pendidikan swasta dari kondisi ini.
 
Huda menegaskan, bahwa lembaga pendidikan swasta ini harus segera mendapatkan bantuan. Terlebih lagi, lembaga pendidikan swasta telah berpuluh-puluh tahun menjadi penyangga utama penyelenggaraan pendidikan di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Pemda Didorong Bantu Sekolah Swasta Hadapi Krisis Akibat Pandemi
 
Hal ini akibat timpangnya jumlah lembaga pendidikan milik pemerintah dengan anak usia didik di Indonesia.  “Kemampuan lembaga pendidikan milik Pemerintah sangat terbatas dalam menampung anak usia sekolah, sehingga peran lembaga pendidikan swasta selama ini sangat penting,” tegas Huda, Jumat, 1 Mei 2020.
 
Ia mencontohkan, di tingkat PAUD saja misalnya, TK milik pemerintah hanya berjumlah 3.363 lembaga, sedangkan TK swasta mencapai 87.726 lembaga. Kondisi serupa juga terlihat di jenjang pendidikan tinggi, jumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hanya sekitar 370 lembaga, sedangkan Perguruan Tinggi Swasta mencapai 4.043 lembaga. 
 
Karena itu jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dalam waktu dekat Huda memprediksi angka putus sekolah dan drop out akan meningkat. Karena sekolah dan PTS berpotensi tutup, akibat tidak mampu menutup biaya operasional lantaran orang tua siswa ataupun mahasiswa yang terdampak virus Korona ini tidak mampu membayar biaya pendidikan.
 
“Jika mereka dibiarkan begitu saja mengalami kesulitan biaya operasional, maka bisa dipastikan angka putus sekolah maupun Drop Out (DO) akan meningkat pesat dalam waktu dekat,” tegasnya.
 
Baca juga:  PTS Siapkan Skenario Terburuk Hadapi Dampak Pandemi
 
Menurutnya, Pemerintah juga harus memberi perhatian kepada sektor pendidikan di tengah pandemi virus Korona.  Menurutnya pemerintah seharusnya juga tidak ragu untuk menggelontorkan dana berapapun untuk menyelamatkan sektor pendidikan.
 
“Jika di sektor lain Pemerintah bisa memberikan stimulus besar-besaran, harusnya pemerintah juga tidak ragu mengucurkan dana berapapun besarnya agar dunia Pendidikan bisa selamat dari dampak wabah covid-19,” ujarnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif