Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

PTS Siapkan Skenario Terburuk Hadapi Dampak Pandemi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 30 April 2020 19:24
Jakarta: Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diprediksikan akan memasuki masa sulit finansial jika dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Untuk itu, Universitas Widya Mataram Yogyakarta mulai mempersiapkan skenario terburuk menghadapi situasi tersebut, salah satunya adalah kemungkinan pemotongan gaji karyawan.
 
"Kami sudah menyiapkan berbagai skenario kalau ada masalah ke depannya," kata Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Suandi Hamid kepada Medcom.id, Kamis, 30 April 2020.
 
Meski begitu, hingga saat ini pihaknya masih optimistis pemotongan gaji ataupun merumahkan karyawan masih bisa dihindari di kampusnya. Pemasukan PTS yang didominasi dari SPP mahasiswa diharapkan tetap berjalan lancar meskipun pandemi virus korona belum diketahui kapan akan berakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diupayakan tidak terjadi. Sejauh ini masih aman, juga bulan-bulan mendatang. Perkembangan mahasiswa baru juga kami masih optimis aman," lanjutnya.
 
Baca juga:  Ribuan PTS Terancam Sulit Menggaji Dosen Semester Depan
 
Menurutnya, jikapun ada pemotongan gaji, hal itu harus bisa dipahami seluruh warga Universitas Widya Mataram. Karena pada masa ini, pemotongan gaji dan merumahkan karyawan seringla;o tak dapat dihindari guna meminimalisir pengeluaran.
 
"Itu bisa dipahami, dan sangat mungkin terjadi," terang Edy.
 
Baginya, skenario ini memang sangat berat. Terlebih PTS kecil dan menengah yang harus menghadapi penundaan pemasukan dari uang kuliah mahasiswa sebagai sumber utama.
 
"Belum lagi potensi penurunan jumlah mahasiswa baru. Bisa jadi banyak yang cuti mahasiswa lama. Di sisi lain harus membiayai operasional, termasuk gaji dosen dan karyawannya," ujar dia.
 
Sebelumnya, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mencatat, jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia mencapai 4.520 kampus. Sebanyak 70 persen di antaranya berpotensi mengalami kesulitan pembiayaan serius di semester depan, karena terdampak pandemi virus korona (covid-19).
 
Ketua Aptisi, Budi Djatmiko mengatakan, dalam menghadapi masa pandemi, sejumlah PTS sudah mulai mengalami kesulitan finansial. Kesulitan itu tak lepas dari kemampuan mahasiswa membayar uang kuliah yang menjadi pendapatan PTS.
 
Para mahasiswa merasa kesulitan karena ekonomi orang tua mereka juga terdampak pandemi korona atau coronavirus disease (covid-19). Kondisi ini diperkirakan akan bertambah parah di semester depan, jika pandemi tak kunjung berakhir dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif