"IFP ini menjadi perangkat yang membantu pembelajaran murid dengan disabilitas, demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua yang inklusif," kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Tatang meyakini kehadiran IFP akan efektif di SLB. Selain itu, penyaluran papan interaktif juga untuk memastikan peserta didik di SLB mendapatkan pendidikan yang setara.
"Papan interaktif digital ini mendorong layanan pendidikan tanpa kesenjangan karena semua murid memiliki kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi kemampuan mereka dengan alat ini," jelas dia.
Tatang mengatakan penyaluran IFP menjadi bagian dari program digitalisasi pembelajaran. Program itu tak akan berhenti di tahun 2025 dan penyalurannya akan dilanjutkan tahun depan dengan jumlahnya lebih banyak.
Pada 2025, setiap sekolah menerima satu IFP, sementara itu pada 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tiga IFP tambahan, termasuk di SLB.
"Tapi kemarin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) ingin memberikan tambahan sekitar tiga ya. Tapi nanti kan harus kita lihat rombelnya (rombongan belajar) berapa di sekolahnya," tutur dia.
Selain itu, IFP juga disalurkan ke 14.451 SMK, 10.506 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 507 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen Kemendikdasmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan akses teknologi pembelajaran di seluruh jenjang.
Baca Juga :
172.550 Sekolah Sudah Terima Layar Pintar IFP
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan kembali melanjutkan pengadaan Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah. IFP disebut sangat efektif dalam mendukung pembelajaran digital.
Jumlah penyediaan IFP tahun 2026 akan ditambah. Prabowo menyebut setiap sekolah akan mendapat tiga IFP tahun depan.
"Tahun depan kita punya sasaran yang lebih besar. Tahun depan sasaran kita adalah menambah tiga panel. Tiga kelas lagi untuk semua sekolah di Indonesia," ujar Prabowo dalam peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Bekasi Jawa Barat, Senin, 17 November 2025.
Prabowo mentargetkan penyediaan IFP untuk tahun depan sebanyak satu juta unit. "Berarti tahun depan insyaallah kita akan pasang 1 juta panel kira-kira," kata Prabowo.
Tahun ini, penyaluran IFP sudah mencapai 38 provinsi. Setiap sekolah menerima satu IFP.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan sebanyak 172.550 sekolah sudah menerima IFP. Artinya, sudah 75 persen sekolah di Indonesia merasakan manfaat dari program pembelajaran digital pada tahun ini.
"Itu merupakan 75 persen dari rentang 288.865 (sekolah yang menjadi target penyaluran IFP 2025)," kata Mu'ti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id