Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Miris, KPAI: Leher Siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Dirantai Seperti Binatang

Pendidikan Kekerasan perlindungan anak Sekolah Kekerasan di Sekolah SMK SMK Penerbangan SPN Dirgantara
Citra Larasati • 18 November 2021 12:58
Jakarta:  Meski laporan kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara kota Batam pernah terjadi dan diproses oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Provinsi Kepri, namun tahun ini kejadian serupa kembali terulang. 
 
Pada kasus terbaru ini, KPAI dan KPPAD Batam menerima bukti 1 video dan 15 foto yang diduga merupakan peserta didik di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam.  Siswa mengalami pemenjaraan di sel tahanan sekolah, ada yang tidak diikat, namun ada 2 peserta didik yang di rantai di leher dan di tangan. 
 
Sebanyak 10 foto menunjukkan gambar empat anak di dalam ruangan tahanan yang sempit, beralaskan karpet berwarna biru dan ada 1 dipan dengan kasur yang tidak diberi alas. Anak-anak tampak bertelanjang dada karena ruangan sempit di lantai atas yang sangat panas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari video yang kami terima, wajah keempat anak terlihat tertekan dan tak banyak bicara, jika ditanya hanya menjawab singkat," kata Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 November 2021.
 
Baca juga:  Tak Jera, Siswa 'Dipenjara' di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Bukan Kasus Pertama
 
Rekaman video yang kami dapatkan, merekam kejadian ketika anak-anak tersebut dibebaskan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Terdengar suara yang diduga pejabat Dinas pendidikan yang disebut sebagai Pak Kabid (Kepala Bidang), yang tampak marah karena penahanan tersebut dianggap tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia. 
 
"Ada empat foto lagi yang belakangan kami terima, foto yang terbilang sadis, menurut informasi yang kami terima, peristiwa dalam foto tersebut terjadi sekitar tahun 2020," imbuh Retno.
 
Dalam dua foto tergambar dua anak yang tangannya diborgol sebelah sehingga keduanya harus terus berdekatan karena diikat dengan satu borgol masing-masing tangannya kanan/kirinya. "Lebih mengenaskan lagi, salah satu anak juga dirantai lehernya seperti binatang," sesal Retno.
 
Baca juga:  KPAI: SMK Penerbangan SPN Dirgantara Merantai dan Mengurung Siswa di Dalam Sel
 
Retno menambahkan pada dua foto lagi terlihat tiga anak laki-laki sedang berdiri di baik jeruji sel tahanan yang diduga adalah sel tahanan yang berada di SMK Penerbangan SPN Dirgantara. Ketiganya bahkan menggunakan seragam seperti tahanan, berwarna oranye.
 
“KPAI mengecam segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Lembaga pendidikan seharusnya menyemai nilai-nilai demokrasi dan penghargaan atas hak asasi manusia. Segala bentuk kekerasan atas nama mendisiplinkan seharusnya tidak boleh dilakukan," tegas Retno. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif