Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. Foto: Medcom.id
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. Foto: Medcom.id

Tak Jera, Siswa 'Dipenjara' di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Bukan Kasus Pertama

Pendidikan Kekerasan perlindungan anak Sekolah Kekerasan di Sekolah SMK SMK Penerbangan SPN Dirgantara
Citra Larasati • 18 November 2021 12:49
Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Provinsi Kepri pernah menerima laporan kekerasan terhadap peserta didik yang dilakukan oleh pihak SMK Penerbangan SPN Dirgantara Kota Batam pada 2018, Siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam menerima tindak kekerasan dan orang tua dari peserta didik berinisial RS tersebut melaporkannya.
 
RS mengaku mendapat perlakuan tidak semestinya sejak Kamis, 6 September 2018 lalu. Dia mengaku dipenjara di sekolahnya, sebelum akhirnya dijemput oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau, pada Sabtu, 8 September 2018.
 
“Bahkan sebelum ditahan dalam sel sekolah, RS yang hendak naik pesawat dari Bandara Hang Nadim hendak menuju Surabaya (Jawa Timur) ditangkap Pembina SMK Penerbangan SPN Penerbangan Batam berinisial ED dengan tangan diborgol dan kemudian dimasukan sel tahanan di sekolah, dan mengalami kekerasan fisik (berjalan jongkok di aspal panas sehingga lutut melepuh)," ungkap Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 November 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada saat peristiwa tahun 2018, KPAI, KPAD,  Kompolnas dan Polres Batam bersama-sama  mendatangi lokasi sekolah keesokan harinya. Saat tiba di sekolah, ternyata ruang sel tahanan di sekolah yang berada di lantai satu sudah di bongkar.  Bahkan ruangan telah disulap nyaman dengan memasang AC baru juga.
 
Sebelumnya, Kompolnas juga bertemu Wakapolda Kepri terkait dorongan untuk pemeriksaan terhadap oknum polisi ED (Pembina SPN Dirgantara) dan penegakan disiplin jika terbukti bersalah.  “KPAI mendapatkan keterangan dari Propam Polda Kepulauan Riau bahwa ED kemudian diproses hukum di Pengadilan Negeri dengan pidana 1 tahun penjara dan sanksi etik berupa Demosi atau dipindah tugaskan ke Pulau Natuna,” tutur Retno. 
 
Baca juga:  KPAI: SMK Penerbangan SPN Dirgantara Merantai dan Mengurung Siswa di Dalam Sel
 
Namun, pada Oktober 2021 kasus serupa kembali terjadi dan kali ini korbannya ada 10 peserta didik. Kesepuluh orang tua sempat melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan juga membuat pengaduan ke KPAD kota Batam.
 
“Pihak Disdik Provinsi Kepri datang ke sekolah dan  memerintahkan anak-anak dilepaskan dan dikembalikan ke orang tuanya pada hari itu juga. “Hal ini mengindikasi bahwa pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau telah mengetahui pemenjaraan dan kekerasan yang diterima oleh sejumlah peserta didik di SMK Penerbangan SPN Dirgantara. Namun, sama sekali tidak memberikan sanksi pada sekolah sehingga tidak ada efek jera," imbuh Retno. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif