Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti saat sidak di SPN Dirgantara. Foto: Dok. KPAI
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti saat sidak di SPN Dirgantara. Foto: Dok. KPAI

KPAI: SMK Penerbangan SPN Dirgantara Merantai dan Mengurung Siswa di Dalam Sel

Pendidikan Kekerasan perlindungan anak Sekolah Kekerasan di Sekolah SMK SMK Penerbangan SPN Dirgantara
Citra Larasati • 18 November 2021 12:31
Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Kota Batam menerima laporan dari 10 orang tua peserta didik yang anaknya mengalami kekerasan di SMK Penerbangan SPN Dirgantara kota Batam.  Kekerasan yang dialami berupa pemenjaraan atau dimasukan ke dalam sel tahanan, ditampar, ditendang, dan lain-lain.
 
Siswa yang dihukum dengan dimasukkan sel tahanan bisa sampai berbilang bulan, tergantung kesalahan yang dilakukan peserta didik.  Sel tahanan menurut para orang tua difungsikan saat ada peserta didik yang melakukan pelanggaran disiplin.
 
Di sel penjara tersebut, seorang siswa bisa dikurung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tergantung kesalahannya dan dianggap sebagai konseling. "Selain dikurung anak-anak juga akan mengalami hukuman fisik seperti pemukulan, bahkan ada korban yang rahangnya sampai bergeser,” ungkap Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang pendidikan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 18 Novmber 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Rektor UNS Ziarah dan Berkunjung ke Rumah Almarhum Gilang
 
Atas pengaduan ke-10 orangtua siswa tersebut, KPAI melakukan koordinasi dengan  Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek untuk pengawasan dan penanganan kasus kekerasan di satuan pendidikan tersebut.  Hal ini dilakukan mengingat Mendikbudristek, Nadiem Makarim sudah bertekad akan mencegah dan menangani tiga dosa di pendidikan, yaitu Kekerasan, Kekerasan Sekual, dan Intoleransi. 
 
“KPAI mengapresiasi Itjen Kemendikbudristek yang merespons sangat cepat saat menerima pengaduan dari KPAI. Rapat koordinasi daring segera dilakukan dan sepakat untuk melakukan  pengawasan langsung ke lapangan, bahkan pengawasan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Itjen Kemendikbudristek, KPAI, KPPAD Batam, KPPAD Provinsi Kepri dan Maarif Institute”,  ujar Retno. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif