Kerja. Dok Freepik
Kerja. Dok Freepik

PP-PTS 2026 Dirancang Cetak Lulusan Kampus Swasta Siap Bekerja

Ilham Pratama Putra • 13 April 2026 15:12
Ringkasnya gini..
  • PP-PTS 2026 difokuskan agar lulusan kampus swasta lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Peningkatan kualitas lulusan menjadi kunci daya saing bangsa.
  • Relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri juga terus begerak dinamis.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan dua skema utama dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) 2026 untuk meningkatkan kualitas lulusan. Kebijakan ini difokuskan agar lulusan kampus swasta lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
 
“Program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta daya saing lulusan,” ujar Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Muhamad Najib, dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026. 
 
Ia menjelaskan skema pertama yang akan dijalankan adalah penguatan kualitas pembelajaran bagi kampus kecil hingga menengah. Fokusnya pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Skema ini membantu PTS meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui dukungan fasilitas,” jelas Najib.
 
Baca juga: 6 Pilihan Jurusan Kuliah dengan Prospek Karir Paling Cerah di 2026

Sementara itu, skema kedua difokuskan pada peningkatan daya saing lulusan. Program ini menyasar kampus dengan kapasitas lebih besar.
 
“Skema ini diarahkan pada penguatan keunggulan institusi dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar dia.
 
Pemerintah menilai peningkatan kualitas lulusan menjadi kunci daya saing bangsa. Perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan adaptif terhadap perubahan zaman.
 
“Ini sejalan dengan arah kebijakan Pendidikan Tinggi Berdampak,” tegas Najib.
 
Baca juga: 30 PTS Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2026, Mana yang Jadi Pilihanmu?

Plt Sesjen Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan program ini bukan sekadar bantuan. “Penguatan PTS bukan program jangka pendek, tetapi strategi jangka panjang,” ujar dia.
 
Kampus diharapkan mampu menciptakan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dengan pendekatan ini. Selain itu, relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri juga meningkat.
 
“Lulusan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan,” kata Badri.
 
Melalui skema baru ini, pemerintah ingin memastikan pendidikan tinggi lebih responsif. "Kampus tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga talenta unggul," tegas Badri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan