Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan roadmap ini merupakan hasil kerja bersama negara-negara ASEAN. Indonesia sebagai inisiator.
“Ini merupakan peta jalan yang dibuat bersama oleh negara-negara ASEAN dengan Indonesia sebagai host atau inisiatifnya,” ujar Mu’ti dalam Peluncuran Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Ia menyebut keterlibatan Indonesia menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam isu pendidikan anak usia dini. Terutama yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan dan juga pemberian perlindungan bagi anak-anak usia dini.
Mu’ti mengatakan peran kepemimpinan Indonesia ini menjadi penting di tengah tantangan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi lintas negara diyakini dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan PAUD.
Dirjen PAUD Dikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan roadmap ini merupakan inisiatif Indonesia sejak 2023. “Roadmap ini sebetulnya inisiasi dari Indonesia pada saat Indonesia menjadi chairman di ASEAN SEAMEO Declaration di tahun 2023,” ujar dia.
Gogot menjelaskan roadmap tersebut melibatkan 11 negara anggota di kawasan Asia Tenggara. Implementasinya akan dilakukan secara kolektif oleh seluruh anggota.
“Semua anggotanya ada 11 anggota, negara anggota yang ikut terlibat di dalamnya dan ikut akan melaksanakan roadmap ini,” kata Gogot.
Selain pemerintah, berbagai organisasi internasional juga terlibat dalam penyusunan roadmap. Hal ini memperkuat legitimasi dan kualitas kebijakan yang dihasilkan.
“Didukung oleh SEAMEO Secretariat dari Bangkok dan ASEAN Secretariat di Jakarta Office termasuk juga UNESCO, UNICEF, Tanoto, ARNEC,” jelas dia.
Direktur Sekretariat SEAMEO Habibah Abdul Rahim menilai roadmap ini menjadi fondasi kerja sama kawasan. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membangun pendidikan anak usia dini.
“Joint roadmap ini menyediakan satu asas bagi rantau ini untuk menunjukkan komitmen masing-masing kepada pendidikan awal kanak-kanak,” ujar dia.
Habibah mengatakan kolaborasi lintas negara akan berdampak pada masa depan generasi Asia Tenggara. Pendidikan sejak dini dinilai sebagai investasi strategis kawasan.
“Asas ini penting bagi pembelajaran dan pembangunan individu yang akan menjadi warga kerja di negara kita masing-masing,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News