"Bahwa kurikulum 2013 ini diperuntukkan sampai 2045, untuk menjawab era digital dan globalisasi untuk menyiapkan generasi emas 2045. Artinya kalau dipahami kurikulum 2013 ini sangat proyektif ke depan, tidak ketinggalan banget," terang dia.
Satriwan menambahkan, jika ingin mengubah kurikulum maka dibutuhkan pula evaluasi. Namun hingga kini, Kemendikbud belum melakukan evaluasi yang komprehensif.
"Apa evaluasinya? kalau sudah ada, dan mengaku sudah evaluasi ya mana? kami
kok belum tahu? guru
kok belum tahu, kepala sekolah
kok belum tahu? jadi ini dibuat tanpa evaluasi," jelas Satriwan.
Baca:
FSGI: Penyusunan Kurikulum Baru Butuh Proses Panjang
Menanggapi isu ini, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan draf yang tersebar adalah salah satu presentasi internal yang keluar ke masyarakat dengan salah satu permutasi penyederahanaan kurikulum. Padahal, kata Nadiem, Kemendikbud memiliki puluhan versi berbeda yang saat ini sedang melalui proses pembahasan di
Forum Discussion Group (FGD) dan uji publik.
"Semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final. Inilah yang namanya pengkajian yang benar, di mana berbagai opsi diperdebatkan secara terbuka," tegas Nadiem dalam video klarifikasinya, Minggu, 20 September 2020.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(AGA)