Guru tengah melayani orangtua siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi di SMPN 115, Tebet, Jaksel, Medcom.id/Intan Yunelia.
Guru tengah melayani orangtua siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi di SMPN 115, Tebet, Jaksel, Medcom.id/Intan Yunelia.

Berburu Sekolah Favorit Lewat Jalur Prestasi

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Intan Yunelia • 18 Juni 2019 14:11
Jakarta: Cap sekolah favorit masih belum bisa luntur bahkan masih menjadi primadona orangtua siswa untuk menempatkan anaknya bersekolah di sana. Padahal, label sekolah favorit itu yang dalam tiga tahun belakangan ini ingin dihapus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
 
Sistem zonasi ini memberikan kuota sebesar 90 persen seleksi sekolah menggunakan pertimbangan jarak antara domisili ke sekolah. Sedangkan 10 persen sisanya diperuntukkan bagi siswa nonzonasi, yang terbagi menjadi jalur prestasi (maksimal 5 persen) dan jalur perpindahan orangtua (5 persen).
 
Baca:Protes Zonasi, Instagram Kemendikbud Diserbu Warganet

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banyak orangtua yang berkeras mengincar sekolah favorit menyiasatinya dengan menggunakan jalur prestasi. Salah satu di antaranya adalah Erna, 40. Wanita yang berdomisili di Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini mencoba mendaftarkan anaknya di SMPN 115 yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan melalui jalur prestasi.
 
Sang anak berprestasi nonakademik. Dia tergabung di kegiatan ekstrakulikuler drum band yang banyak menorehkan prestasi. "Prestasinya di Coloring Band kayak group drum band gitu. Di grup itu banyak berprestasi meski bukan prestasi individu, prestasinya tingkat nasional," ujarnya.
 
Jarak bukan rintangan, asalkan anaknya bisa masuk sekolah yang memang dikenal favorit di wilayah Jaksel tersebut. “Saya memilih sekolah ini untuk anak saya karena bagus dan mencoba berkompetisi dengan jalur prestasi,” ujar Erna kepada Medcom.id di SMPN 115 Jakarta, Jalan Abdullah Syafe’i, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Cap sekolah favorit SMPN 115 Jakarta memang sudah masyhur di kalangan masyarakat. Erna beserta anaknya Aqila sudah datang ke SMPN 115 sejak Senin, 17 Juni 2019, yaitu hari pertama PPDB jalur akademik dibuka.
 
Baca:Pengamat: Pemahaman Masyarakat Tentang Zonasi Minim
 
Namun karena peminatnya banyak, terpaksa dia harus mendaftar hari ini, Selasa, 18 Juni. “Kemarin sudah datang, cuma sekolahnya enggak sampai selesai nomor urut karena waktunya hanya sampai jam 16.00. Jadi ini yang dari tadi pagi menyambung antrean kemarin,” terang ibu dua anak ini.
 
Menurutnya pihak sekolah sangat hati-hati dalam memverifikasi data siswa baru. Karena satu siswa bisa menghabiskan waktu 30 menit.“Mungkin karena sistem zonasi ini masih baru dan masih butuh penyesuaian. Tapi sejauh ini masih belum ditemukan kendala dalam pendaftaran,” tuturnya.
 
Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 mengatur agar PPDB yang dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota untuk pendidikan dasar, maupun pemerintah provinsi untuk pendidikan menengah, wajib menggunakan tiga jalur, yakni jalur zonasi (paling sedikit 90 persen), jalur prestasi (paling banyak lima persen), dan jalur perpindahan orang tua/wali (paling banyak lima persen).
 
Nilai UN tidak dijadikan syarat seleksi jalur zonasi dan perpindahan orang tua. Penerapan PPDB yang menyimpang dari Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tidak dibenarkan. Sanksi akan diberikan sesuai peraturan, seperti teguran tertulis sampai dengan penyesuaian alokasi atau penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif