Mohamad Nasir Lantik Dirjen Belmawa Baru
Menristekdikti Mohamad Nasir melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada Dirjen Belmawa, Ismunandar, Kemenristekdikti/Ageng Prasetyo.
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir hari ini melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada Pimpinan Tinggi Madya, Ismunandar sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Pejabat yang baru tidak hanya diharapkan berinovasi di bidang belmawa saja, tetapi juga melanjutkan terobosan-terobosan di bidang lain, seperti penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Pelantikan ini dilaksanakan di Gedung D, Kemenristekdikti, Jalan Pintu satu Senayan, Jakarta, Kamis 29 November 2018.  Ismunandar dilantik menggantikan Intan Ahmad, yang telah memasuki masa purna tugas. Menteri Nasir meminta agar Dirjen Belmawa yang baru ini dapat memberikan inovasi.


“Saya mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk segera berkoordinasi dengan pejabat lainnya sebagai mitra kerja.  Agar tidak hanya menjalankan tugas di bidang pembelajaran dan kemahasiswaan saja, tetapi bisa berkontribusi juga dengan tempat lain untuk melanjutkan terobosan di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia agar semakin baik dan berkualitas,” kata Nasir.

Ia menambahkan, dalam penyusunan kebijakan yang ada di Kemenristekdikti, harus mengacu kepada sistem yang telah berkembang saat ini. Yaitu Cyber Physical System untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Perguruan tinggi di Indonesia akan terkena dampaknya, akan terjadi ‘the death of university’, akan ada kematian suatu perguruan tinggi, maka dari itu inovasi dan kreativitas harus dilakukan, distance learningharus dijalankan dengan baik serta kualitas harus tetap dijaga,” paparnya.

Baca: Universitas Terancam Mati Tanpa Inovasi dan Riset

Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Intan Ahmad, yang telah bekerja selama tiga tahun terakhir menjadi dirjen Belmawa. Intan telah berjasa dalam upaya peningkatan akses, kualitas pembelajaran maupun penjaminan mutu Pendidikan tinggi.

Selama menjalankan tugas sebagai Dirjen Belmawa (2015-2018), Intan telah berhasil merancang berbagai program terobosan seperti Sistem Pembelajaran Daring (SPADA), Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penyetaraan Ijazah Online, Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online(SIVIL), Penomoran Ijazah Nasional (PIN), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Indonesia Research Education Network, dan program terobosan lainnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id