Universitas Terancam Mati Tanpa Inovasi dan Riset
Menristekdikti, Mohamad Nasir meresmikan laboratorium Pemodelan dan Simulasi Sistem berbasis teknologi Cloud di UGM, Medcom.id/Patricia Vicka.
Yogyakarta:Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan pentingnya riset dan inovasi di sebuah universitas. Tanpa adanya dua hal tersebut, universitas terancam mati.

Nasir menjelaskan adanya inovasi dan kegiatan penelitian akan mendorong sumber daya manusia(SDM) di Indonesia lebih berkualitas. Juga meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.


"Ke depan akan terjadi the dead university kalau tidak ada inovasi. Jumlah penduduk dan sumber daya yang besar tidak menjamin kita sebagai negara pemenang tanpa inovasi," tegas Nasir dalam acara peresmian laboratorium Teknologi berbasis Cloud di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta, Rabu 28 November 2018.

Ia mengaku prihatin, dari hasil riset serta lulusan perguruan tinggi di Indonesia, menurutnya belum sejalan dengan kebutuhan dunia industri dan masyarakat. Nasir kerap mendapat laporan di lapangan dari profesional industri yang  kesulitan mendapatkan lulusan yang siap bekerja.

Pelajaran yang didapatkan dari universitas pada umumnya, tak bisa langsung diaplikasikan ke dunia industri.  "Peneliti juga asyik dengan dunianya sendiri, tapi tidak melihat apakah riset yang dilakukannya dibutuhkan atau tidak," kata dia.

Baca: Wisudawan UKDW Dituntut Taklukkan Revolusi Industri 4.0

Untuk meningkatkan jumlah riset yang inovatif dan tepat guna, Kemenristekdikti akan mendorong perguruan tinggi untuk melakukan hilirisasi riset.  Bahkan mempertimbangkan untuk menggabungkan beberapa perguruan tinggi agar terjadi optimalisasi. 

Dalam kesempatan ini Nasir turut meresmikan laboratorium Pemodelan dan Simulasi Sistem berbasis teknologi Cloud.  Nasir mengharapkan, keberadan laboratorium teknologi simulasi untuk kegitan industri ini nantinya bisa mendukung proses pembelajaran dan karya inovasi teknologi yang dihasilkan dari kampus. 

Manager Honeywell Building Solutions, Yustinus Sigit, mengatakan laboratorium teknologi yang dibangun honeywell di UGM ini, dilengkapi teknologi simulasi canggih.  Laboratorium ini akan terhubung dengan dua laboratorium di UI dan ITB melalui teknologi Cloud.  

“Tujuannya, agar ketiga kampus dapat berkolaborasi dalam mengembangkan pengetahuan para calon insinyur masa depan Indonesia,” kata Dia.

Ia menjelaskan, laboratorium ini dilengkapi dari Experion PKS Orion serta perangkat AR dan VR untuk mempeljari beragam aktivtas industri yang rumit melalui proses simulasi serta pengendalian perangkat dan alat dalam situasi berisiko tinggi. 




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id