Dekan NUS Business School, Teo Shung Piaw. Medcom.id/Renatha Swasty
Dekan NUS Business School, Teo Shung Piaw. Medcom.id/Renatha Swasty

Dekan NUS Business School: Kampus Berperan Besar Bawa UMKM Indonesia ke Pasar Global

Renatha Swasty • 09 Oktober 2026 10:55
Ringkasnya gini..
  • Kemenlu mencatat baru 15,7 persen UMKM Indonesia yang berhasil menembus pasar ekspor secara global.
  • Dekan NUS Business School mendorong peran kampus melatih mahasiswa mendampingi proyek lapangan UMKM lokal.
  • NUS menggandeng IPB University menerapkan IoT dan AI guna mengoptimalkan rantai pasok serta ekspor pisang Indonesia.
Singapura: Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia dapat menjadi tulang punggung ekonomi negara melalui ekspor. Namun, Kementerian Luar Negeri mencatat baru 15,7 persen UMKM Indonesia yang saat ini masuk pasar ekspor.

Jumlah yang sedikit ini mesti didorong melalui berbagai cara. Perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak melalui pendidikan dan penelitian. 

"Berdasarkan pengalaman Singapura, kami membantu UMKM dengan melatih mahasiswa yang baik, lalu mengirim mereka bekerja bersama UMKM dalam proyek lapangan," kata Dekan National University of Singapore (NUS) Business School, Teo Shung Piaw, saat berdiskusi dengan media di The Ridge, Singapura, Kamis, 8 Oktober 2026.

Teo mengungkap NUS Business School memanfaatkan perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu perusahaan lokal. Misalnya, kampus bekerja sama dengan FairPrice, Singapore Post, Singapore Airlines, dan lainnya. 

Dia mengungkap NUS Business School juga memiliki proyek bersama IPB University mengenai rantai pasok pisang. Kerja sama ini untuk mendongkrak ekspor pisang dari Indonesia yang masih kecil. 
 
Pihaknya berupaya memahami dan memetakan rantai pasok pisang Indonesia, serta mencari cara untuk meningkatkan ekspornya. Dalam prosesnya, NUS Business School bekerja sama dengan sejumlah perkebunan. 

"Saya pernah berkunjung ke Bogor untuk bekerja sama dengan sebuah perkebunan pisang, dalam upaya menerapkan IoT (Internet of Things) guna mengelola proses panen. Saat ini kami sedang berdiskusi untuk memperluas skala penelitian ini," ungkap Teo.

Dia juga pernah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berbisnis di Indonesia terkait rantai pasok fast fashion. Saat ini, pihaknya sedang menggarap penerapan agentic AI serta cara memanfaatkan AI untuk mengatasi tantangan rantai pasok lintas negara. 

"Kami membantu perusahaan-perusahaan lokal menggunakan AI untuk meningkatkan kinerja operasional dan menembus pasar regional. Saya berharap dapat berbuat lebih banyak bersama perusahaan Indonesia," ujar Teo. 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan