Melansir unggahan Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan (@kemnaker), pemerintah mengingatkan para pekerja untuk sadar, mengenali risiko, dan rutin memeriksakan diri ke dokter.
"Kerja keras itu penting, tapi kesehatan tetap nomor satu. Tanpa disadari, lingkungan kerja bisa memicu berbagai penyakit akibat kerja jika faktor risikonya diabaikan," dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Berikut empat jenis penyakit akibat kerja yang perlu diwaspadai:
4 jenis penyakit yang bisa tertular di lingkungan kerja
1. Dermatitis Kontak
Penyakit kulit ini mengintai pekerja yang sering bersentuhan dengan zat kimia, pestisida, bahan pengawet, nikel, parfum, pewarna rambut, hingga perhiasan. Paparan zat-zat tersebut dapat mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi. Gejalanya ditandai dengan munculnya ruam merah yang gatal, kering, dan bersisik. Pada kondisi yang lebih parah, kulit bisa mengeras, pecah-pecah, dan terasa nyeri saat disentuh.2. Penyakit Paru Kronis
Bagi kamu yang bekerja di sektor pertambangan batu bara, pabrik tekstil, pabrik bahan bangunan, bengkel, atau pengelasan, risiko terkena penyakit paru kronis jauh lebih tinggi. Salah satu contoh penyakit ini adalah Asbestosis. Gejala yang muncul biasanya berupa batuk kronis yang tak kunjung sembuh, sesak napas, hingga nyeri dada.3. Asma
Lingkungan kerja yang penuh debu atau asap juga bisa memicu asma. Pekerja yang paling berisiko adalah mereka yang berada di pabrik tekstil, penata rambut (paparan bahan kimia semprotan), tukang kayu (serbuk gergaji), dan tukang las. Tingkat keparahan asma akibat pekerjaan sangat bergantung pada seberapa lama pekerja terpapar pemicunya. Oleh karena itu, diagnosis dini sangat penting agar gejala lebih mudah disembuhkan.4. Tuberkulosis (TB)
Penyakit infeksi ini menyerang paru-paru dan sangat mudah menular melalui udara. Risiko penularan TB meningkat tajam di lingkungan kerja yang padat, tertutup, dan memiliki ventilasi udara yang buruk.Gejala yang harus diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, demam, berkeringat di malam hari, serta penurunan berat badan drastis disertai rasa mudah lelah.
Kemnaker mengimbau agar para pekerja tidak meremehkan gejala-gejala tersebut dan segera melakukan pemeriksaan medis jika merasa bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi. (Sultan Rafly Dharmawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News