Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi.
“Murid mampu memahami penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah maupun asing, mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi, serta menyusun kerangka atau bagan berdasarkan struktur teks,” jelas Rahmawati, dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.
Rahmawati menjelaskan, murid juga cukup mampu menjelaskan hubungan makna antar kalimat atau paragraf dalam teks, serta memprediksi lanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu. Secara nasional, capaian kompetensi menunjukkan pemahaman tekstual berada pada angka 49,21 persen, pemahaman inferensial sebesar 43,21 persen, serta evaluasi dan apresiasi sebesar 45,32 persen.
“Untuk mata pelajaran pilihan seperti PPKn, yang diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah, nilai rata-rata nasional tercatat sebesar 60,91. Sebanyak 10 persen murid berada pada kategori nilai istimewa, 15 persen kategori baik, 30,9 persen kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang,” ujarnya.
Capaian serupa juga terlihat pada mata pelajaran Antropologi yang diikuti oleh 24.949 peserta dari 4.175 sekolah, dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91 dan distribusi kategori nilai yang sebanding.
Sementara itu, pada kelompok mata pelajaran pilihan, nilai rata-rata tertinggi secara nasional tercatat pada mata pelajaran Antropologi sebesar 70,43 dan Geografi sebesar 70,36. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian tertinggi untuk kedua mata pelajaran tersebut, dengan nilai rata-rata Antropologi sebesar 77,96 dan Geografi sebesar 77,25.
“Capaian ini menunjukkan kekuatan murid Indonesia pada aspek karakter sosial dan literasi,” jelas dia.
Adapun di sisi lain, hasil TKA pada mata pelajaran Matematika yang diikuti oleh 3.464.569 peserta dari 43.461 sekolah menunjukkan bahwa murid relatif lebih memahami materi bilangan.
Murid mampu menentukan gabungan atau irisan dari beberapa himpunan bilangan, menyederhanakan bentuk bilangan berpangkat bulat maupun pecahan, serta menerapkan sifat operasi hitung bilangan asli dalam konteks permasalahan matematika yang lebih kompleks.
Capaian kompetensi menunjukkan persentase pada materi bilangan sebesar 30,9 persen, aljabar 28,40 persen, serta geometri dan pengukuran sebesar 30,41 persen.
Namun ia menjelaskan, murid masih memerlukan penguatan pada materi data dan peluang. Hal ini terlihat dari capaian pada kompetensi menginterpretasi penyajian data dalam bentuk diagram garis serta penerapan konsep peluang kejadian majemuk dalam permasalahan kontekstual sehari-hari, yang secara nasional berada pada angka 25,12 persen.
Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang diikuti oleh 3.462.201 peserta dari 43.461 sekolah, murid menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada aspek pemahaman tekstual. Murid mampu memahami informasi eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, serta menyajikan kembali informasi dari teks. Capaian pemahaman tekstual tercatat sebesar 32,77 persen dan pemahaman inferensial sebesar 28,53 persen.
Adapun tantangan masih terlihat pada aspek evaluasi dan apresiasi, seperti kemampuan membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis, serta mempertimbangkan dampak penggunaan bahasa terhadap perasaan dan imajinasi pembaca.
Secara nasional, capaian evaluasi dan apresiasi Bahasa Inggris berada pada angka 17,43 persen. Rahmawati menegaskan bahwa hasil TKA ini memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan dan area penguatan pembelajaran murid Indonesia.
“Karakter sosial dan literasi murid telah berkembang dengan baik, sementara penguatan pembelajaran STEM khususnya numerasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah menjadi langkah lanjutan untuk melengkapi capaian tersebut secara seimbang dan berkelanjutan,” jelasnya. .
Sebagai Informasi selain capaian kompetensi, hasil TKA juga memberikan gambaran capaian nilai murid secara nasional. Untuk kategori mata pelajaran wajib jenjang SMA/SMK sederajat, Bahasa Indonesia mencatat nilai rata-rata nasional sebesar 55,38. Sementara itu, nilai rata-rata Matematika tercatat sebesar 36,10. Adapun Bahasa Inggris memiliki nilai rata-rata nasional sebesar 24,93.
Untuk mendukung keterbukaan informasi mengenai hasil tes, masyarakat bisa dengan mudah mengakses hasil nilai dan capaian kompetensi murid SMA/SMK dan sederajat dapat diakses melalui https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/.
| Baca juga: Bukan Cuma Buat SPMB 2026, TKA Juga Dijadikan Pengganti Uji Kesetaraan |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News