Prabowo menegaskan tidak boleh lagi ada anak yang mempertaruhkan keselamatan nyawanya. Apalagi pertaruhan nyawa itu dilakukan untuk menyeberangi sungai demi berangkat dan pulang sekolah.
"Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026, Jumat 14 Agustus 2026.
| Baca juga: Sekolahmu Makin Glow Up! Pemerintah 'Gaspol' Revitalisasi 71 Ribu Sekolah di 2026 |
Prabowo menyebut pemerintah telah membangun ribuan jembatan desa sepanjang 2026. Sebanyak 2.500 jembatan desa telah diselesaikan oleh TNI, sedangkan 874 jembatan desa dibangun oleh Kepolisian Republik Indonesia.
Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan desa tersebut terus dilakukan hingga mencapai lebih dari 5.000 jembatan pada akhir 2026. Menurut Prabowo, akses menuju sekolah menjadi salah satu hal yang harus dipastikan pemerintah. agar tidak ada anak menempuh perjalanan dalam kondisi sulit hanya untuk mendapatkan pendidikan.
"Berangkat ke sekolah harus berjalan berjam-jam, berangkat basah, di kelas basah, pulang basah. Saudara-saudara sekalian, tidak boleh terjadi," ujarnya.
Ia pun kembali memerintahkan kepala daerah dan pemerintah desa turun langsung mengecek wilayah masing-masing. Mereka diminta mendata lokasi yang masih membutuhkan jembatan desa.
"Kita berharap para Gubernur, para Bupati, para Camat, para Kepala Desa, semuanya mengecek desa-desanya di mana lagi dibutuhkan jembatan desa. Laporkan," kata dia.
Prabowo menegaskan pemerintah pusat akan turun tangan apabila pemerintah daerah tidak mampu menangani kebutuhan tersebut. "Kalau Gubernur, Bupati, Kepala Desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat akan turun dan mengatasi. Kita tidak akan membiarkan rakyat kita telantar," tegasnya.
| Baca juga: Bukan Cuma Sekolah Negeri! 23% Dana Revitalisasi 2025 Mengalir ke Sekolah Swasta |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda