Gaya bicara ini dikenal dengan istilah soft spoken. Bukan cuma soal suara pelan, soft spoken merupakan cara bicara yang santai, tidak tergesa-gesa, dan tidak mudah terpancing emosi.
Banyak ahli komunikasi mulai tertarik dengan gaya ini karena dianggap lebih menyegarkan di tengah budaya debat yang makin marak. Orang soft spoken biasanya dikenal sabar, suka mendengarkan, dan lebih memilih damai ketimbang ribut.
Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah. Sebagian orang mengira soft spoken berarti cukup berbicara dengan suara kecil atau berbisik-bisik saja. Padahal, soft spoken jauh lebih dari itu.
Intinya adalah bagaimana seseorang bisa menjaga emosinya dan memilih kata-kata yang tepat saat berbicara. Apabila ditelusuri lebih jauh, gaya bicara ini cukup kompleks karena melibatkan nada suara, kecepatan bicara, hingga bahasa tubuh.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan soft spoken? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa itu soft spoken?
Mengutip kamus Merriam-Webster, soft spoken adalah sebutan untuk seseorang yang berbicara dengan suara pelan dan lembut.Sementara itu, Collins Dictionary menjelaskan istilah ini dari dua sisi. Pertama, soft spoken berarti berbicara dengan suara yang halus dan sopan. Kedua, istilah ini juga bisa berarti kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain lewat cara bicara yang enak didengar dan tidak menyinggung perasaan.
Jadi, soft spoken bukan sekadar soal volume suara. Lebih dari itu, gaya ini juga menyangkut bagaimana seseorang memilih kata yang baik dan berbicara dengan cara yang tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Ciri-Ciri orang soft spoken
Meski siapa pun bisa belajar menjadi soft spoken, ada beberapa sifat yang biasanya dimiliki oleh orang yang memang sudah terbiasa seperti ini secara alami dikutip dari laman Media Indonesia:1. Peka terhadap perasaan orang lain
Orang soft spoken biasanya sangat peduli dengan perasaan orang di sekitarnya. Mereka berpikir dua kali sebelum berbicara agar ucapan mereka tidak menyinggung atau menyakiti hati orang lain.2. Sabar
Orang soft spoken tidak terburu-buru saat berkomunikasi. Mereka mau mendengarkan sampai tuntas, menjawab dengan tenang, dan tidak suka memotong pembicaraan orang lain.3. Tenang
Orang soft spoken tidak mudah panik atau emosi, bahkan saat menghadapi situasi yang sulit. Karena tetap tenang, mereka bisa berpikir lebih jernih dan berbicara lebih baik.4. Tidak Sombong
Orang soft spoken tidak suka pamer atau menonjolkan diri. Mereka lebih senang menyimak cerita orang lain daripada sibuk membicarakan kehebatan diri sendiri.5. Pandai Mendengarkan
Ini adalah sifat terpenting dari orang soft spoken. Mereka tidak sekadar mendengar kata-kata, tapi juga berusaha menangkap maksud tersirat, perasaan, dan kebutuhan yang mungkin tidak diucapkan secara langsung oleh lawan bicara.Manfaat orang soft spoken
Gaya bicara soft spoken ternyata membawa banyak keuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hubungan pribadi, orang soft spoken lebih mudah membuat orang lain merasa dihargai dan didengar.Saat terjadi konflik pun, nada bicara yang tenang bisa membantu meredakan situasi sebelum semakin memanas. Di dunia kerja, gaya ini juga sangat berguna. Pemimpin soft spoken sering kali lebih disegani karena setiap ucapannya terasa lebih bermakna dan tidak asal keluar.
Dalam urusan pelayanan pelanggan atau negosiasi, cara bicara yang lembut juga bisa membantu mencapai kesepakatan yang baik untuk semua pihak.
Sobat Medcom, itulah ulasan mengenai apa itu soft spoken beserta ciri-cirinya. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasanmu, ya! (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News