Siswi Kelas 11 SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Maya Liani, mengatakan ada rasa haru dan sedih ketika datang lagi ke sekolah setelah libur selama satu bulan lebih akibat bencana. Perasaan Maya campur aduk karena kondisi sekolah belum pulih.
"Sedih karena sekolah kondisinya seperti ini, banyak yang rusak," ujar Maya di SMAN 4 Aceh Tamiang, Senin 5 Januari 2025.
Terlebih, perlengkapan sekolah hingga seragam sekolahnya tak ada yang selamat. Semua hanyut bersama banjir.
Meski begitu, hal yang membuatnya senang pada momentum ini karena bisa bertemu lagi dengan teman-temannya setelah sekian lama. Dia tak menyangka akhirnya masih bisa dipertemukan lagi setelah bencana.
"Senang juga karena di sekolah ketemu teman-teman lagi, lihat guru lagi," ujar Maya.

Fasilitas sekolah rusak akibat banjir. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Siswa lainnya, Davi Raditya, juga mengaku senang bisa kembali ke sekolah meskipun kondisi belum pulih sedia kala. "Karena bisa ketemu teman lagi walaupun kondisinya seperti ini. Walaupun kami ada yang tidak punya seragam lagi, ada yang tidak pakai sepatu ke sekolah tapi kami senang," sebut Davi.
Guru Bahasa Indonesia SMAN 4 Aceh Tamiang, Misriati, merasa haru akhirnya para murid datang lagi ke sekolah. Ia berharap kondisi bisa semakin membaik.
"Kita harapkan kondisi sekolah semakin baik, yang penting anak-anak bersama-sama bisa kita jalankan trauma healing. Karena tentu senang melihat anak-anak bisa kumpul lagi," jelas dia.
Misriati berharap bantuan ke sekolah makin masif karena fasilitas sekolah sudah sangat tidak mempuni. "Kami harapkan betul bantuan ke sekolah ke anak-anak biar pembelajaran lebih baik," ujar Misriati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News